Menkeu: Rupiah Ambruk Urusan BI

Selasa, 04 Agustus 2015 - 14:38 WIB
Menkeu: Rupiah Ambruk...
Menkeu: Rupiah Ambruk Urusan BI
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang tengah ambruk menjadi urusan Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter.

"Terutama yang perlau saya sampaikan bahwa otoritas mengenai kebijakan moneter dan rupiah ada di BI. Saya tugasnya otoritas fiskal," kata dia di gedung BI, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Dia mengatakan, tugasnya sebagai otoritas fiskal bukanlah menangani fluktuasi rupiah, melainkan menjaga agar kondisi fiskal tetap stabil dan sinkron dengan kebijakan moneter.

"Tapi yang paling penting kita menjaga agar kondisi fiskal tetap stabil dan sinkron dengan kebijakan moneter. Menjaga pertumbuhan sekaligus menjaga kestabilan," ujarnya.

Sebab, sambung Bambang, kondisi perekonomian global yang tengah goyah saat ini bisa mengikis kestabilan perekonomian Indonesia.

Mantan Wakil Menteri Keuangan ini menerangkan, pemerintah juga mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan belanja pemerintah. Pada awal pekan ini, total belanja pemerintah yang telah digelontorkan sudah mencapai Rp900 triliun.

"Hari Senin sudah Rp900 triliun dari APBN yang sudah beredar di perekonomian. Di samping beberapa kebijakan terkait perpajakan yang bersifat insentif dan stimulus," imbuh dia.

Menurut Bambang, pelemahan nilai tukar mata uang Garuda sejatinya memiliki dampak terhadap peningkatan penerimaan dari sektor migas. Meski dari sisi belanja negara terdapat penambahan bunga utang, namun selisih penerimaan migas masih lebih besar dari bunga utang.

Untuk itu, pelemahan nilai tukar ini tidak akan sampai merubah postur anggaran dalam APBN 2015. "Tidak perlu ada perubahan anggaran, karena yang terjadi itu pelemahan global. Kalau pelemahan global, harga baja pun turun. Jadi harga baja yang digunakan untuk infrastruktur ikut turun. Belanja modal tidak akan terganggu, secara umum ini tidak mengganggu anggaran," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
18 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
41 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
58 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Hadiah Juara Piala Dunia...
Hadiah Juara Piala Dunia 2022, Capai Ratusan Miliar Rupiah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved