Mantan Wamenkeu Ini Sempat Nginap di Pelabuhan
Selasa, 04 Agustus 2015 - 16:07 WIB
Mantan Wamenkeu Ini Sempat Nginap di Pelabuhan
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwading Indonesia (ALFI) wilayah DKI Jakarta, Widiyanto mengatakan, masalah waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan sudah lama terjadi. Bahkan, salah satu wakil menteri keuangan (wamenkeu) pernah menginap di pelabuhan untuk membereskan masalah tersebut.
Dia menuturkan, wamenkeu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Mahendra Siregar sempat menginap dan berkantor di Pelabuhan Tanjung Priuk selama dua bulan untuk menyelesaikan masalah dwelling time.
"Ini sudah lama masalah dwelling time. Beberapa tahun lalu malah Wamenkeu Mahendra sampai nginap dan berkantor di Tanjung Priok selama dua bulan untuk khusus menyelesaikan dwelling time," kata Widi saat diskusi dengan wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian Jakarta, Selasa (4/8/2015).
Namun setelah Mahendra meninggalkan pelabuhan, ungkap dia, semua kembali seperti semula karena penyelesaiannya tidak sampai akhir.
"Setelah beliau meninggalkan, terus lanjut lagi seperti biasa karena penyelesaiannya sementara. Jadi, tidak sampai detail, tidak sampai sebab dwelling time itu ada karena apa," tutur Widi.
Dia menambahkan, sejak saat itu hingga saat ini semua berjalan seperti biasa, sampai akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun ke pelabuhan dan melihat yang terjadi di pelabuhan.
"Semua kembali seperti biasa, sampai akhirnya Pak Jokowi turun ke pelabuhan, baru setelahnya semua sibuk rapat untuk mencari solusi masalah dwelling time," tandasnya.
(Baca: Sistem Online Dwelling Time Beroperasi 2016)
Dia menuturkan, wamenkeu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Mahendra Siregar sempat menginap dan berkantor di Pelabuhan Tanjung Priuk selama dua bulan untuk menyelesaikan masalah dwelling time.
"Ini sudah lama masalah dwelling time. Beberapa tahun lalu malah Wamenkeu Mahendra sampai nginap dan berkantor di Tanjung Priok selama dua bulan untuk khusus menyelesaikan dwelling time," kata Widi saat diskusi dengan wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian Jakarta, Selasa (4/8/2015).
Namun setelah Mahendra meninggalkan pelabuhan, ungkap dia, semua kembali seperti semula karena penyelesaiannya tidak sampai akhir.
"Setelah beliau meninggalkan, terus lanjut lagi seperti biasa karena penyelesaiannya sementara. Jadi, tidak sampai detail, tidak sampai sebab dwelling time itu ada karena apa," tutur Widi.
Dia menambahkan, sejak saat itu hingga saat ini semua berjalan seperti biasa, sampai akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun ke pelabuhan dan melihat yang terjadi di pelabuhan.
"Semua kembali seperti biasa, sampai akhirnya Pak Jokowi turun ke pelabuhan, baru setelahnya semua sibuk rapat untuk mencari solusi masalah dwelling time," tandasnya.
(Baca: Sistem Online Dwelling Time Beroperasi 2016)
(rna)
Lihat Juga :