Mustahil Ekonomi RI Semester II Tumbuh 5,7%
Rabu, 05 Agustus 2015 - 20:24 WIB
Mustahil Ekonomi RI Semester II Tumbuh 5,7%
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suharyanto menilai pertumbuhan ekonomi di semester II sebesar 5,7% berat, kecuali jika ada miracle (keajaiban).
Hal tersebut karena melihat dari angka pertumbuhan ekonomi di kuartal I dan II tidak mencapai 5%. BPS belum berani memprediksi ekonomi semester II tumbuh 5% ke atas lantaran hingga semester II masih melambat. (Baca: Ekonomi RI Kuartal II Hanya Tumbuh 4,67%).
"Berat ya (kalau 5,7% di semester II). Dari mana coba? Kecuali ada miracle. Saya pun enggak bisa prediksi. Karena pertumbuhan kita melambat," ujar Suharyanto di gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2015).
Menurutnya, kunci pertumbuhan ekonomi tergantung dari realisasi APBN. "Kita terima realisasi APBN baru pertengahan Juli, kalau triwulanan dari Kemenkeu pertengahan atau minggu ketiga. Saya enggak mau menduga-duga. Saya harapkan digenjot belanja barang dan modal," katanya. (Baca: Suryamin Yakin Ekonomi Semester II Bisa Tumbuh 5%).
Bahkan, lanjut dia, penyerapan anggaran tahun ini lebih rendah ketimbang 2014. "Kita lihat penyerapan untuk totalnya lebih rendah dari 2014. Bansos sudah naik bagus, belanja pegawai sudah naik, tapi belanja modal dan barang itu harus digenjot. Mudah-mudahan dengan selesainya 13 kementerian itu, bisa menggenjot lebih baik," pungkas Suharyanto.
Baca juga:
BPS Sudah Prediksi Ekonomi RI Kuartal II Melambat
Jokowi Diminta Hati-hati Ekonomi Terus Memburuk
BPS Beberkan Penyebab Ekonomi Kuartal II Melemah
Hal tersebut karena melihat dari angka pertumbuhan ekonomi di kuartal I dan II tidak mencapai 5%. BPS belum berani memprediksi ekonomi semester II tumbuh 5% ke atas lantaran hingga semester II masih melambat. (Baca: Ekonomi RI Kuartal II Hanya Tumbuh 4,67%).
"Berat ya (kalau 5,7% di semester II). Dari mana coba? Kecuali ada miracle. Saya pun enggak bisa prediksi. Karena pertumbuhan kita melambat," ujar Suharyanto di gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2015).
Menurutnya, kunci pertumbuhan ekonomi tergantung dari realisasi APBN. "Kita terima realisasi APBN baru pertengahan Juli, kalau triwulanan dari Kemenkeu pertengahan atau minggu ketiga. Saya enggak mau menduga-duga. Saya harapkan digenjot belanja barang dan modal," katanya. (Baca: Suryamin Yakin Ekonomi Semester II Bisa Tumbuh 5%).
Bahkan, lanjut dia, penyerapan anggaran tahun ini lebih rendah ketimbang 2014. "Kita lihat penyerapan untuk totalnya lebih rendah dari 2014. Bansos sudah naik bagus, belanja pegawai sudah naik, tapi belanja modal dan barang itu harus digenjot. Mudah-mudahan dengan selesainya 13 kementerian itu, bisa menggenjot lebih baik," pungkas Suharyanto.
Baca juga:
BPS Sudah Prediksi Ekonomi RI Kuartal II Melambat
Jokowi Diminta Hati-hati Ekonomi Terus Memburuk
BPS Beberkan Penyebab Ekonomi Kuartal II Melemah
(izz)
Lihat Juga :