Belum Ada Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Melemah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 08:44 WIB
Belum Ada Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih akan melemah lantaran belum ada sentimen positif yang mengangkatnya.
"Nilai rupiah saat ini yang belum terdapat sentimen positif untuk mengangkatnya. Tetap antisipasi serta cermati setiap sentimen yang dirilis," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (6/8/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 13.510-Rp13.525/USD. Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.517/USD, terdepresiasi 22 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.495/USD.
Menurut dia, rilis produk domestik bruto (PDB) kuartal II/2015 cukup baik dibandingkan dengan estimasi yang ada, namun belum cukup kuat menahan pelemahan laju rupiah yang masih menunjukkan pelemahan yang kian dalam.
Itu karena masih adanya imbas negatif dari rilis pelemahan consumer confidence Indonesia yang turun 1,4 poin ke level 109,9 dan persepsi masih melambatnya pertumbuhan ekonomi yang masih jauh di bawah 5% serta reaksi dari pemerintah yang terkesan tenang dalam menanggapi pelemahan terus menerus laju rupiah memberikan sentimen negatif pada laju rupiah.
"Nilai rupiah saat ini yang belum terdapat sentimen positif untuk mengangkatnya. Tetap antisipasi serta cermati setiap sentimen yang dirilis," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (6/8/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 13.510-Rp13.525/USD. Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.517/USD, terdepresiasi 22 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.495/USD.
Menurut dia, rilis produk domestik bruto (PDB) kuartal II/2015 cukup baik dibandingkan dengan estimasi yang ada, namun belum cukup kuat menahan pelemahan laju rupiah yang masih menunjukkan pelemahan yang kian dalam.
Itu karena masih adanya imbas negatif dari rilis pelemahan consumer confidence Indonesia yang turun 1,4 poin ke level 109,9 dan persepsi masih melambatnya pertumbuhan ekonomi yang masih jauh di bawah 5% serta reaksi dari pemerintah yang terkesan tenang dalam menanggapi pelemahan terus menerus laju rupiah memberikan sentimen negatif pada laju rupiah.
(rna)