IHSG Diprediksi Melemah, Perhatikan Saham Ini
Jum'at, 07 Agustus 2015 - 06:47 WIB
IHSG Diprediksi Melemah, Perhatikan Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melanjutkan pelemahan jika sentimen tidak kuat untuk mendukung.
"Tentunya IHSG membutuhkan sentimen yang cukup kuat agar dapat bertahan atau berbalik arah menguat. Jika sentimen tersebut tidak tampak maka laju IHSG pun akan kembali melanjutkan pelemahannya," Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Jumat (7/8/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.785-4.795 dan resisten 4.815-4.870. Laju IHSG kemarin berada di area target support 4.778-4.835 dan juga sempat berada di area target resisten 4.867-4.875 meski closing di bawah level tersebut.
"Mulai variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia berimbas negatif pada laju IHSG, sehingga tidak dapat mengikuti momentum kenaikan di bursa saham AS dan Eropa sebelumnya," jelas Reza.
Pelaku pasar kembali memanfaatkan penguatan sebelumnya untuk kembali melakukan aksi jual. Tidak hanya itu, kembali longsornya laju rupiah seiring masih cenderung naiknya laju dolar Amerika Serikat (USD) turut menambah sentimen negatif.
Tampaknya sentimen dari rilis kinerja emiten sudah dilewatkan dan pelaku pasar kembali mencermati sentimen yang terbarukan (update).
Bahkan pernyataan pemerintah terkait momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan meroket di semester II pun tidak terlalu ditanggapi positif. Seiring belum adanya kecukupan keyakinan pelaku pasar terhadap pernyataan tersebut.
Pelemahan IHSG pun didukung oleh transaksi jual asing dan pelemahan rupiah. Transaksi asing kembali nett sell dari net buy Rp466,17 miliar menjadi net sell Rp252,26 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Metropolitan Development Tbk (MTLA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp340-Rp355. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp347.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp385-Rp455. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp422.
PT Link Net Tbk (LINK) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5 500-Rp5.850. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.625.
PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp185-Rp210. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp195.
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp210-Rp235. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp215.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp17.825-Rp18.300. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp17.925.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.910-Rp1.965. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.920.
"Tentunya IHSG membutuhkan sentimen yang cukup kuat agar dapat bertahan atau berbalik arah menguat. Jika sentimen tersebut tidak tampak maka laju IHSG pun akan kembali melanjutkan pelemahannya," Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Jumat (7/8/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.785-4.795 dan resisten 4.815-4.870. Laju IHSG kemarin berada di area target support 4.778-4.835 dan juga sempat berada di area target resisten 4.867-4.875 meski closing di bawah level tersebut.
"Mulai variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia berimbas negatif pada laju IHSG, sehingga tidak dapat mengikuti momentum kenaikan di bursa saham AS dan Eropa sebelumnya," jelas Reza.
Pelaku pasar kembali memanfaatkan penguatan sebelumnya untuk kembali melakukan aksi jual. Tidak hanya itu, kembali longsornya laju rupiah seiring masih cenderung naiknya laju dolar Amerika Serikat (USD) turut menambah sentimen negatif.
Tampaknya sentimen dari rilis kinerja emiten sudah dilewatkan dan pelaku pasar kembali mencermati sentimen yang terbarukan (update).
Bahkan pernyataan pemerintah terkait momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan meroket di semester II pun tidak terlalu ditanggapi positif. Seiring belum adanya kecukupan keyakinan pelaku pasar terhadap pernyataan tersebut.
Pelemahan IHSG pun didukung oleh transaksi jual asing dan pelemahan rupiah. Transaksi asing kembali nett sell dari net buy Rp466,17 miliar menjadi net sell Rp252,26 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Metropolitan Development Tbk (MTLA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp340-Rp355. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp347.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp385-Rp455. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp422.
PT Link Net Tbk (LINK) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5 500-Rp5.850. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.625.
PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp185-Rp210. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp195.
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp210-Rp235. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp215.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp17.825-Rp18.300. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp17.925.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.910-Rp1.965. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.920.
(rna)
Lihat Juga :