Rupiah Bisa Jatuh ke Rp14.000/USD Akhir Tahun Ini
Jum'at, 07 Agustus 2015 - 14:47 WIB
Rupiah Bisa Jatuh ke Rp14.000/USD Akhir Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bisa jatuh ke Rp14.000/USD pada akhir tahun ini.
Menurut dia, dengan proyeksi bahwa suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed rate) tidak akan naik pada September, melainkan Desember mendatang akan membuat ketidakpastian menjadi makin panjang dan akan semakin menekan rupiah.
"Rupiah bisa menuju Rp14.000/USD di akhir tahun. Kalau di kuartal III diperkirakan Rp13.700/USD," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Keadaan yang menggantung ini, menurut dia, akan membuat investor cenderung akan lebih memilih untuk memegang USD dibanding mata uang rupiah.
"Kenaikan Fed rate gantungnya masih lama, makanya ketidakpastian tinggi, lebih prefer (pilih) pegang USD," jelas Edwin.
Sementara sentimen dari dalam negeri, dia menilai, belum ada yang signifikan memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara Paman Sam tersebut.
"Bank sentral negara di dunia menaikan cadangan devisanya dalam USD. Bank Indonesia sendiri punya keterbatasan itu karena kinerja pertumbuhan ekonomi rendah," pungkasnya.
Baca:
Waspada, Koreksi Rupiah Berlanjut
USD Stabil terhadap Yen, Rupiah Dibuka Mendatar
Rupiah Makin Tenggelam Siang Ini
Menurut dia, dengan proyeksi bahwa suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed rate) tidak akan naik pada September, melainkan Desember mendatang akan membuat ketidakpastian menjadi makin panjang dan akan semakin menekan rupiah.
"Rupiah bisa menuju Rp14.000/USD di akhir tahun. Kalau di kuartal III diperkirakan Rp13.700/USD," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Keadaan yang menggantung ini, menurut dia, akan membuat investor cenderung akan lebih memilih untuk memegang USD dibanding mata uang rupiah.
"Kenaikan Fed rate gantungnya masih lama, makanya ketidakpastian tinggi, lebih prefer (pilih) pegang USD," jelas Edwin.
Sementara sentimen dari dalam negeri, dia menilai, belum ada yang signifikan memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara Paman Sam tersebut.
"Bank sentral negara di dunia menaikan cadangan devisanya dalam USD. Bank Indonesia sendiri punya keterbatasan itu karena kinerja pertumbuhan ekonomi rendah," pungkasnya.
Baca:
Waspada, Koreksi Rupiah Berlanjut
USD Stabil terhadap Yen, Rupiah Dibuka Mendatar
Rupiah Makin Tenggelam Siang Ini
(rna)