Gelombang Panas El Nino Ancam Kelangkaan Elpiji

Sabtu, 08 Agustus 2015 - 12:28 WIB
Gelombang Panas El Nino...
Gelombang Panas El Nino Ancam Kelangkaan Elpiji
A A A
JAKARTA - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menegaskan, kekeringan akibat gelombang panas El Nino di sejumlah daerah akan memicu konsumsi elpiji 3 kg secara berlebih, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi kelangkaan.

Menurutnya, kelangkaan elpiji subsidi tersebut disebabkan karena terjadi konsumsi berlebih di sejumlah dareah yang mengalami kekeringan. Pasalnya, selain berfungsi untuk memasak, elpiji 3 kg juga beralih fungsi sebagai bahan bakar penyedot air.

"Pada akhirnya tidak sesuai fungsi dan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu untuk rumah tangga dan usaha kecil. Tapi digunakan untuk menyedot air. Pasti akan terganggu dan sangat mungkin terjadi kelangkaan," ujarnya di Jakrta, Sabtu (8/8/2015).

Pihaknya berharap kepada pemerintah dapat mengantisipasi sebelum terjadi kelangkaan elpiji 3 kg karena alokasi yang ditetapkan hanya dalam jumlah tertentu sehingga perlu antisipasi lebih dini. Maka, tidak menggangu kuota elpiji yang telah ditetapkan dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

"Kalau kemudian kuota berlebih sangat mungkin Pertamina yang disalahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena kelebihan pasokan akan menjadi beban perusahaan," jelas Sofyano.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah merevisi Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kegunaan elpiji 3 kg. Pemerintah dapat merubah pasal yang mengatur masalah khusus untuk dapat digunakan pada saat tertentu untuk menjaga stabilitas ekonomi di daerah.

"Seperti misalnya terjadi musim kering di daerah sehingga elpiji subsidi 3 kg dapat digunakan masyarakat untuk menyedot air untuk pertanian maupun peternakan tanpa melanggar aturan," tutup Soyano.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved