Minim Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Koreksi
Selasa, 11 Agustus 2015 - 08:44 WIB
Minim Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diprediksi masih koreksi lantaran minimnya sentimen positif.
"Laju rupiah masih mencermati sentimen yang akan muncul dan belum terlihat adanya sentimen yang cukup positif untuk membalikkan laju rupiah ke zona hijau," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (11/8/2015).
Meski demikian, dia berharap pelemahan yang terjadi dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan rupiah. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 13.530-Rp13.542/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.536/USD, sama dengan posisi pada akhir pekan lalu.
Pasca dirilis lebih rendahnya nonfarm payrolls dan tetapnya unemployment rate AS, laju USD cenderung mengalami penurunan. Di sisi lain, rilis kenaikan manufacturing payrolls dan government payrolls AS tampaknya belum cukup kuat mengangkat laju USD yang sebelumnya sudah cenderung meningkat.
"Laju rupiah masih mencermati sentimen yang akan muncul dan belum terlihat adanya sentimen yang cukup positif untuk membalikkan laju rupiah ke zona hijau," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (11/8/2015).
Meski demikian, dia berharap pelemahan yang terjadi dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan rupiah. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 13.530-Rp13.542/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.536/USD, sama dengan posisi pada akhir pekan lalu.
Pasca dirilis lebih rendahnya nonfarm payrolls dan tetapnya unemployment rate AS, laju USD cenderung mengalami penurunan. Di sisi lain, rilis kenaikan manufacturing payrolls dan government payrolls AS tampaknya belum cukup kuat mengangkat laju USD yang sebelumnya sudah cenderung meningkat.
(rna)