Penguatan IHSG Berpotensi Terganggu, Lirik Saham Ini

Kamis, 13 Agustus 2015 - 08:25 WIB
Penguatan IHSG Berpotensi...
Penguatan IHSG Berpotensi Terganggu, Lirik Saham Ini
A A A
JAKARTA - Peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini untuk menguat diperkirakan akan terganggu lantaran masih memiliki utang gap.

"IHSG juga memiliki utang gap di level 4.216-4.292 yang belum tertutup di awal Januari 2014, sehingga dapat mengganggu peluang pembalikan arah naik IHSG," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.435-4.465 dan resisten 4.550-4.586. Laju IHSG kemarin berada di bawah area target support 4.605-4 615 dan gagal menuju area target resisten 4 655-4.772.

Kemarin, pelaku pasar masih melakukan aksi jualnya seiring pelemahan bursa saham global akibat langkah bank sentral China yang mendevaluasi mata uangnya.

Bahkan setelah melakukan devaluasi sebelumnya, yuan kembali didevaluasi, sehingga makin memberikan tekanan pada laju rupiah. Pelaku pasar pun kembali merespon negatif. Bahkan adanya pelantikan jajaran kementerian hasil reshuffle belum memberikan efek positif pada pasar.

Pelemahan rupiah dan kembalinya asing jualan kompak melorotkan IHSG. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp114,38 miliar menjadi net sell Rp584,64 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:

PT Prima Alloy Steel Tbk (PRAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp135-Rp155. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp145.

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp140-Rp185. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp174.

PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp127-Rp235. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp195.

PT Cowell Development Tbk (COWL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp585-Rp615. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp600.

PT Hanson International Tbk (MYRX) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp685-Rp725. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp705.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp960-Rp1.100. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.070.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.100-Rp5.650. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp5.150.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
4 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
6 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
7 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
8 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
9 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
10 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved