Sederet Masalah Ekonomi Ini Jadi Tanggungan Jokowi
Jum'at, 14 Agustus 2015 - 12:41 WIB
Sederet Masalah Ekonomi Ini Jadi Tanggungan Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan Bersama DPR/DPD RI membeberkan sederet masalah (problem) dalam bidang ekonomi yang harus ditanggungnya saat ini.
Dia mengungkapkan, saat ini siklus perekonomian global dan nasional kurang menggembirakan. Kendati demikian, goncangan ekonomi yang bukan pertama kali terjadi ini optimistis dapat dilaluinya.
"Kita telah mengalami berulangkali (goncangan ekonomi). Kita optimis dapat melaluinya dengan selamat. Selain itu, banyak masalah mendasar yang menuntut penyelesaian," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Di bidang pangan, sambung Jokowi, Indonesia belum mencapai kedaulatan pangan, rentan gagal panen dan mudah diterpa ketidakstabilan harga pangan. Di bidang infrastruktur, moda transportasi massal di tiap wilayah masih sangat kurang dan belum terintegrasi dengan baik.
"Di bidang maritim, illegal fishing, pencurian ikan dan penjarahan sumber daya laut menyebabkan kerugian negara sangat besar," sebut dia.
Sedangkan untuk energi, Indonesia hingga saat ini masih menghadapi masalah ketersediaan tenaga listrik untuk menopang kehidupan warga dan pembangunan ekonomi. Ditambah lagi, produksi bahan bakar minyak (BBM) masih defisit sekitar 600.000 barel per hari (bph).
Di bidang kesehatan, lanjut Jokowi, gizi buruk dan angka kematian ibu yang relatif tinggi masih menjadi masalah utama. Di bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah baru mencapai sekitar delapan tahun dari 12 tahun wajib belajar.
"Selain itu, kita juga belum mentas dari kemiskinan dan kesenjangan sosial, baik antarkelompok masyarakat maupun antarwilayah. Gini ratio tahun ini masih di atas 0,4," pungkasnya.
Baca:
Jokowi Sedih Rp240 Triliun Habis Dibakar di Jalan
Jokowi Optimistis Indonesia Berpeluang Jadi Negara Maju
Jokowi Beberkan Transformasi Fundamental Ekonomi
Dia mengungkapkan, saat ini siklus perekonomian global dan nasional kurang menggembirakan. Kendati demikian, goncangan ekonomi yang bukan pertama kali terjadi ini optimistis dapat dilaluinya.
"Kita telah mengalami berulangkali (goncangan ekonomi). Kita optimis dapat melaluinya dengan selamat. Selain itu, banyak masalah mendasar yang menuntut penyelesaian," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Di bidang pangan, sambung Jokowi, Indonesia belum mencapai kedaulatan pangan, rentan gagal panen dan mudah diterpa ketidakstabilan harga pangan. Di bidang infrastruktur, moda transportasi massal di tiap wilayah masih sangat kurang dan belum terintegrasi dengan baik.
"Di bidang maritim, illegal fishing, pencurian ikan dan penjarahan sumber daya laut menyebabkan kerugian negara sangat besar," sebut dia.
Sedangkan untuk energi, Indonesia hingga saat ini masih menghadapi masalah ketersediaan tenaga listrik untuk menopang kehidupan warga dan pembangunan ekonomi. Ditambah lagi, produksi bahan bakar minyak (BBM) masih defisit sekitar 600.000 barel per hari (bph).
Di bidang kesehatan, lanjut Jokowi, gizi buruk dan angka kematian ibu yang relatif tinggi masih menjadi masalah utama. Di bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah baru mencapai sekitar delapan tahun dari 12 tahun wajib belajar.
"Selain itu, kita juga belum mentas dari kemiskinan dan kesenjangan sosial, baik antarkelompok masyarakat maupun antarwilayah. Gini ratio tahun ini masih di atas 0,4," pungkasnya.
Baca:
Jokowi Sedih Rp240 Triliun Habis Dibakar di Jalan
Jokowi Optimistis Indonesia Berpeluang Jadi Negara Maju
Jokowi Beberkan Transformasi Fundamental Ekonomi
(rna)
Lihat Juga :