Target Investasi Rp594,8 Triliun

Senin, 17 Agustus 2015 - 09:38 WIB
Target Investasi Rp594,8...
Target Investasi Rp594,8 Triliun
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi pada 2016 mencapai Rp594,8 triliun, naik 14,5% dari target investasi tahun ini Rp519,5 triliun.

Nilai investasi sebesar itu diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi 5,5%, seperti ditargetkan pemerintah pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2016. Kepala BKPM Franky Sibarani optimistis BKPM bisa mencapai angka tersebut, mengingat pencapaian realisasi investasi Semester I/2015 yang sudah mencapai 50% dari target.

”Dalam pidato pengantar nota keuangan Jumat (14/8), Presiden Joko Widodo menyebutkan, investasi swasta menjadi salah satu sektor yang diandalkan dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 2016. Kami dari BKPM sudah menghitung target realisasi investasi untuk mendukung tercapainya 5,5%,” kata Franky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin.

Dia merinci, target realisasi investasi 2016 diharapkan berasal dari penanaman modal asing (PMA) yakni sebesar Rp386,4 triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp208,4 triliun. Berdasarkan sektornya, realisasi investasi sektor sekunder atau industri pengolahan ditargetkan sebesar Rp313,5 triliun atau 52,7%, sektor tersier termasuk infrastruktur Rp183,7 triliun atau 30,9%, serta sektor primer atau komoditas Rp97,6 triliun atau 16,4%.

”BKPM berkeinginan investasi dapat mendukung transformasi ekonomi dari konsumsi ke produksi. Realisasi investasi yang fokus ke arah industri pengolahan dan infrastruktur dapat mendukung terciptanya fundamental ekonomi berbasis produksi,” katanya.

Demi mencapai target realisasi tersebut, BKPM tetap mempertahankan lima sektor yang menjadi fokus pemasaran investasi yaitu infrastruktur, industri, pertanian, maritim, serta pariwisata dan kawasan. Langkah lain untuk menarik investasi adakah meningkatkan pemasaran ke negaranegara di luar negeri yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, Australia, Uni Emirat Arab serta negara-negara Timur Tengah lainnya.

BKPM juga tetap mempertahankan negaranegara yang selama ini sudah menanamkan investasi di Tanah Air seperti Jepang, China, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan. ”BKPM juga akan mengintensifkan pengawalan terhadap proyek investasi yang sedang masa konstruksi untuk memastikan proyek-proyek tersebut dapat memasuki tahap produksi komersial sesuai perencanaan, sehingga dapat memberi dampak lebih besar terhadap ekonomi,” katanya.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro Jumat (14/8) lalu mengatakan, sektor investasi merupakan salah satu penopang perekonomian nasional tahun depan di mana diharapkan porsinya terhadap pertumbuhan bisa mencapai 7,3%. Adapun, sektor lain seperti konsumsi rumah tangga 5,2%, ekspor 2,5%, dan impor 2,2%.

Menurut Bambang, penetapan asumsi makro R-APBN 2016 didasarkan pada proyeksi ekonomi tahun depan. Pemerintah bersikap realistis saat menyusun rancangan tersebut. ”Kita memang buat (rancangan) ini serealistis mungkin tapi tanpa meninggalkan optimisme,” ujarnya.

Rahmat fiansyah/ant
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
8 menit yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
43 menit yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
1 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
2 jam yang lalu
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
3 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
10 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved