Jokowi-Rizal Ramli Sempat Bertemu Empat Mata 30 Menit
Rabu, 19 Agustus 2015 - 21:08 WIB
Jokowi-Rizal Ramli Sempat Bertemu Empat Mata 30 Menit
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli sempat bertemu empat mata selama 30 menit.
Hal ini dilakukan setelah Rizal bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dipanggil Presiden Jokowi, sekitar pukul 17.00 WIB.
Sofyan meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, lebih dulu dibanding Rizal Ramli. Dia meninggalkan istana sekitar pukul 18.00 WIB, sedangkan Rizal sekitar pukul 18.30 WIB.
Alhasil, antara Presiden Jokowi dengan Rizal Ramli sempat melakukan pertemuan empat mata di kantor presiden, Jakarta.
Adapun Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dikabarkan sebelumnya akan dipertemukan dengan Rizal oleh Presiden Jokowi, telah meninggalkan kantor Wakil Presiden usai menerima kedatangan menteri kehakiman Australia Michael Keenan, sore tadi.
"Ini membahas soal nota keuangan di DPR, karena saya salah satu yang ditunjuk untuk menyampaikan bersama menteri keuangan," tutur Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas, Sofjan Djalil saat dikonfirmasi wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Dia mengatakan, dalam pertemuan itu hanya melibatkan Rizal Ramli. "Saya berdua tentang bagaimana terlibat dalam CPO, selama ini kita itu sudah produksi kelapa sawit terbesar di dunia, tapi kita masih sangat tergantung kepada CPO, dan derivatif masih terbatas," Sofyan .
Setelah selesai, kata Sofjan, Presiden Jokowi dengan Rizal masih melanjutkan pertemuan. Namun, dia tidak mengetahui apa yang dibahas keduanya.
Sementara itu, Rizal menyebutkan perkembangan sektor riil dibahas dalam pertemuan itu. "Selain pariwisata, kami meminta presiden untuk ke Malaysia minggu depan bertemu PM Najib. Karena untuk Palm Oil, Indonesia paling besar 40 juta ton, Malaysia 30 juta ton. Jadi kita ingin combine Malaysia-Indonesia," ungkap Rizal, usai bertemu empat mata dengan Jokowi.
Sehingga, lanjut dia, nilai tambah bisa didapat lebih besar. "Kita berencana buat pusat processing palm oil. Oil apa gitu namanya di kaltim. Supaya dari Malaysia, Indonesia, sawit kita tidak hanya jual mentahnya palm oil tapi juga derivatifnya, olio chemical supaya bisa diproses buat sabun, bahan margarin, dan terpenting bahan bakar pesawat jet," tutur Rizal.
Di tidak menjawab saat ditanya apakah perseteruan antara dirinya dengan JK sempat disinggung. "Yah gitu aja ribet," ucap Rizal, yang hendak meninggalkan kerumuman para wartawan.
Namun, Rizal mengaku sudah bersalaman dengan JK usai rapat kabinet paripurna disaksikan Presiden Joko Widodo.
"Saya saja tadi sudah salaman kok sama pak JK. Biasa aja. Salam-salaman, salaman sama. Di depan presiden. Abis sidang kabinet, saya salam hei JK apa kabar? Bagus ya," kata Rizal menirukan momen itu.
Rizal menjelaskan, perbedaan pendapat antarnya dengan JK harus dilihat sebagai bagian dari transformasi. "Bahwa Indonesia perlu perubahan, transformasi dan bagian dengan revolusi mental," pungkasnya, yang langsung memasuki mobil dinasnya berpelat RI 18.
Baca juga:
Ditegur Jokowi, Rizal Ramli Mendadak Irit Bicara
Jokowi Beri Mandat Rizal Ramli Pangkas Dwelling Time
JK Ogah Ladeni Tantangan Debat Rizal Ramli
Hal ini dilakukan setelah Rizal bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dipanggil Presiden Jokowi, sekitar pukul 17.00 WIB.
Sofyan meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, lebih dulu dibanding Rizal Ramli. Dia meninggalkan istana sekitar pukul 18.00 WIB, sedangkan Rizal sekitar pukul 18.30 WIB.
Alhasil, antara Presiden Jokowi dengan Rizal Ramli sempat melakukan pertemuan empat mata di kantor presiden, Jakarta.
Adapun Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dikabarkan sebelumnya akan dipertemukan dengan Rizal oleh Presiden Jokowi, telah meninggalkan kantor Wakil Presiden usai menerima kedatangan menteri kehakiman Australia Michael Keenan, sore tadi.
"Ini membahas soal nota keuangan di DPR, karena saya salah satu yang ditunjuk untuk menyampaikan bersama menteri keuangan," tutur Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas, Sofjan Djalil saat dikonfirmasi wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Dia mengatakan, dalam pertemuan itu hanya melibatkan Rizal Ramli. "Saya berdua tentang bagaimana terlibat dalam CPO, selama ini kita itu sudah produksi kelapa sawit terbesar di dunia, tapi kita masih sangat tergantung kepada CPO, dan derivatif masih terbatas," Sofyan .
Setelah selesai, kata Sofjan, Presiden Jokowi dengan Rizal masih melanjutkan pertemuan. Namun, dia tidak mengetahui apa yang dibahas keduanya.
Sementara itu, Rizal menyebutkan perkembangan sektor riil dibahas dalam pertemuan itu. "Selain pariwisata, kami meminta presiden untuk ke Malaysia minggu depan bertemu PM Najib. Karena untuk Palm Oil, Indonesia paling besar 40 juta ton, Malaysia 30 juta ton. Jadi kita ingin combine Malaysia-Indonesia," ungkap Rizal, usai bertemu empat mata dengan Jokowi.
Sehingga, lanjut dia, nilai tambah bisa didapat lebih besar. "Kita berencana buat pusat processing palm oil. Oil apa gitu namanya di kaltim. Supaya dari Malaysia, Indonesia, sawit kita tidak hanya jual mentahnya palm oil tapi juga derivatifnya, olio chemical supaya bisa diproses buat sabun, bahan margarin, dan terpenting bahan bakar pesawat jet," tutur Rizal.
Di tidak menjawab saat ditanya apakah perseteruan antara dirinya dengan JK sempat disinggung. "Yah gitu aja ribet," ucap Rizal, yang hendak meninggalkan kerumuman para wartawan.
Namun, Rizal mengaku sudah bersalaman dengan JK usai rapat kabinet paripurna disaksikan Presiden Joko Widodo.
"Saya saja tadi sudah salaman kok sama pak JK. Biasa aja. Salam-salaman, salaman sama. Di depan presiden. Abis sidang kabinet, saya salam hei JK apa kabar? Bagus ya," kata Rizal menirukan momen itu.
Rizal menjelaskan, perbedaan pendapat antarnya dengan JK harus dilihat sebagai bagian dari transformasi. "Bahwa Indonesia perlu perubahan, transformasi dan bagian dengan revolusi mental," pungkasnya, yang langsung memasuki mobil dinasnya berpelat RI 18.
Baca juga:
Ditegur Jokowi, Rizal Ramli Mendadak Irit Bicara
Jokowi Beri Mandat Rizal Ramli Pangkas Dwelling Time
JK Ogah Ladeni Tantangan Debat Rizal Ramli
(dmd)
Lihat Juga :