60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan

Jum'at, 24 Juli 2026 - 15:19 WIB
loading...
60 Negara Kena Getok...
Pemerintah Brasil secara tegas menolak sanksi tarif impor baru yang dijatuhkan Washington terhadap negaranya dan 59 negara lainnya atas tuduhan penegakan hukum kerja paksa (forced labor) yang lemah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Brasil berada di titik didih. Pemerintah Brasil secara tegas menolak sanksi tarif impor baru yang dijatuhkan Washington terhadap negaranya dan 59 negara lainnya atas tuduhan penegakan hukum kerja paksa (forced labor) yang lemah.

Brasil menyebut manuver Gedung Putih tersebut sebagai tindakan yang "arbitrer, sewenang-wenang, dan tidak berdasar." Sanksi anyar yang disahkan Perwakilan Perdagangan AS (USTR) tersebut mematok tarif sebesar 12,5% untuk seluruh produk ekspor Brasil yang masuk ke pasar Amerika Serikat dan dijadwalkan berlaku efektif mulai Jumat ini.

Baca Juga: Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%

"Karena tidak memiliki dasar hukum domestik untuk mendukung kebijakan perdagangan proteksionisnya, USTR memilih untuk memanipulasi isu yang sangat penting bagi hak asasi manusia dan hak-hak pekerja," tegas Pemerintah Brasil dalam pernyataan resminya, Kamis (23/7).

Brasil Siap Seret AS ke WTO

Tidak tinggal diam, pemerintah Brasil mengumumkan akan segera mengaktifkan instrumen balasan berdasarkan Undang-Undang Timbal Balik (Reciprocity Law) nasional mereka. Selain itu, Brasil siap menyeret Amerika Serikat ke mekanisme penyelesaian sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Langkah agresif Washington ini makin menekan posisi ekonomi Brasil, mengingat pekan lalu pemerintahan Donald Trump telah lebih dulu mengenakan tarif khusus 25% terhadap berbagai produk unggulan Brasil atas tuduhan praktik perdagangan tidak sehat. Kemudian AS menambahkan tarif baru 12,5% yang mengaitkannya dengan isu kerja paksa.

"Kami Terbuka Negosiasi, Tapi Pasar Lain Masih banyak!" ujar Presiden Lula da Silva.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Berita Terkini
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved