BPJS TK Incar Status Lembaga Kelas Dunia
Kamis, 20 Agustus 2015 - 08:56 WIB
BPJS TK Incar Status Lembaga Kelas Dunia
A
A
A
NUSA DUA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) sudah lama menjadi anggota International Social Security Association (ISSA) atau asosiasi jaminan sosial berskala global.
Dalam hal ini, BPJS TK sudah melakukan kerja sama karena memiliki visi untuk menjadi lembaga yang berkelas dunia. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya mengatakan, untuk menjadikan BPJS TK sebagai lembaga jaminan sosial berkelas dunia, tentu pihaknya melakukan standardisasi dengan negara-negara lain.
”Itu yang menyelenggarakan koordinasinya adalah ISSA sebagai organisasi,” ujarnya dalam konferensi pers seminar ISSA di Nusa Dua, Bali kemarin. Elvyn melanjutkan, bentuk konkret yang dilakukannya antara lain mengikuti konferensi, pelatihan-pelatihan, serta menyusun isu-isu terkait hal tersebut.
”Itu yang menjadi referensi sama dengan berkelas dunia. Kita ingin menstandarkan yang kita dikelola sesuai yang dikelola negara-negara lain,” tuturnya. Dia mengungkapkan, menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN nanti, seluruh tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia selama enam bulan wajib menjadi peserta BPJS TK. Di luar itu, lanjut Elvyn, pihaknya juga sedang menjajaki ASSA (ASEAN Social Security Association).
”Kita sudah pernah membicarakan untuk transfer benefit. Artinya, pekerja yang dari negara-negara ASEAN yang di Indonesia itu akan diproteksi oleh BPJS TK. Lalu, pekerja Indonesia di negaranegara ASEAN akan diproteksi oleh BPJS TK tersebut. Tetapi, itu akan didudukan oleh aturan G to G ,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan, reformasi sistem jaminan sosial untuk tenaga kerja yang dijalankan di Indonesia dapat dikategorikan sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kepesertaan yang mengikuti BPJS Ketenagakerjaan yakni sekitar 120 juta jiwa.
Jumlah tersebut terdiri atas para pekerja formal maupun informal. Menurut dia, ada banyak pelajaran dan tantangan yang masih perlu diperbaiki lagi dari reformasi sistem jaminan sosial ini. ”Pemerintah maupun BPJS Ketenagakerjaan membuka diri dalam kerja sama bagi peningkatan kualitas perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Dengan potensi peserta yang besar ini, tentu BPJS TK diharapkan bisa mendapat pendapatan dari pengelolaan jaminan ketenagakerjaan di dunia sehingga perlindungan dan jaminan sosial di negara ini bisa lebih baik,” pungkasnya. Elvyn mengakui perlambatan ekonomi di dalam negeri memberikan pengaruh pada perusahaan di sebagian investasi.
”Misalnya di saham karena indeks saham mengalami penurunan cukup signifikan. Tetapi, orientasi BPJS TK ini long term , tidak terjadi dampak negatif terhadap portofolio karena saham-saham itu tidak kita jual, tapi kita jaga,” ungkapnya. Dia menuturkan, alokasi terbesar investasi BPJS TK sekarang adalah di obligasi, baik itu di pemerintah maupun korporasi.
Perusahaan juga akan meningkatkan alokasi untuk properti khususnya rumah bagi para pekerja. ”Kami sudah mempunyai rencana untuk membangun rumah pekerja di sembilan lokasi di Indonesia, baik itu rusunami maupun rusunawa. Target kami dalam dua tahun ke depan bisa membangun 80.000 rumah untuk pekerja,” katanya.
Sebagai informasi, pada semester I/2015 kinerja BPJS TK mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jika pada pencapaian perusahaan aktif di periode 2014 terlampau hingga 133,10%, maka pencapaian hingga Juni 2015 sudah mencapai 107,8%.
Oktiani endarwati
Dalam hal ini, BPJS TK sudah melakukan kerja sama karena memiliki visi untuk menjadi lembaga yang berkelas dunia. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya mengatakan, untuk menjadikan BPJS TK sebagai lembaga jaminan sosial berkelas dunia, tentu pihaknya melakukan standardisasi dengan negara-negara lain.
”Itu yang menyelenggarakan koordinasinya adalah ISSA sebagai organisasi,” ujarnya dalam konferensi pers seminar ISSA di Nusa Dua, Bali kemarin. Elvyn melanjutkan, bentuk konkret yang dilakukannya antara lain mengikuti konferensi, pelatihan-pelatihan, serta menyusun isu-isu terkait hal tersebut.
”Itu yang menjadi referensi sama dengan berkelas dunia. Kita ingin menstandarkan yang kita dikelola sesuai yang dikelola negara-negara lain,” tuturnya. Dia mengungkapkan, menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN nanti, seluruh tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia selama enam bulan wajib menjadi peserta BPJS TK. Di luar itu, lanjut Elvyn, pihaknya juga sedang menjajaki ASSA (ASEAN Social Security Association).
”Kita sudah pernah membicarakan untuk transfer benefit. Artinya, pekerja yang dari negara-negara ASEAN yang di Indonesia itu akan diproteksi oleh BPJS TK. Lalu, pekerja Indonesia di negaranegara ASEAN akan diproteksi oleh BPJS TK tersebut. Tetapi, itu akan didudukan oleh aturan G to G ,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan, reformasi sistem jaminan sosial untuk tenaga kerja yang dijalankan di Indonesia dapat dikategorikan sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kepesertaan yang mengikuti BPJS Ketenagakerjaan yakni sekitar 120 juta jiwa.
Jumlah tersebut terdiri atas para pekerja formal maupun informal. Menurut dia, ada banyak pelajaran dan tantangan yang masih perlu diperbaiki lagi dari reformasi sistem jaminan sosial ini. ”Pemerintah maupun BPJS Ketenagakerjaan membuka diri dalam kerja sama bagi peningkatan kualitas perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Dengan potensi peserta yang besar ini, tentu BPJS TK diharapkan bisa mendapat pendapatan dari pengelolaan jaminan ketenagakerjaan di dunia sehingga perlindungan dan jaminan sosial di negara ini bisa lebih baik,” pungkasnya. Elvyn mengakui perlambatan ekonomi di dalam negeri memberikan pengaruh pada perusahaan di sebagian investasi.
”Misalnya di saham karena indeks saham mengalami penurunan cukup signifikan. Tetapi, orientasi BPJS TK ini long term , tidak terjadi dampak negatif terhadap portofolio karena saham-saham itu tidak kita jual, tapi kita jaga,” ungkapnya. Dia menuturkan, alokasi terbesar investasi BPJS TK sekarang adalah di obligasi, baik itu di pemerintah maupun korporasi.
Perusahaan juga akan meningkatkan alokasi untuk properti khususnya rumah bagi para pekerja. ”Kami sudah mempunyai rencana untuk membangun rumah pekerja di sembilan lokasi di Indonesia, baik itu rusunami maupun rusunawa. Target kami dalam dua tahun ke depan bisa membangun 80.000 rumah untuk pekerja,” katanya.
Sebagai informasi, pada semester I/2015 kinerja BPJS TK mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jika pada pencapaian perusahaan aktif di periode 2014 terlampau hingga 133,10%, maka pencapaian hingga Juni 2015 sudah mencapai 107,8%.
Oktiani endarwati
(bbg)