Pangkas Dwelling Time, Rizal Ramli Dibekingi Para Jenderal
Selasa, 25 Agustus 2015 - 14:04 WIB
Pangkas Dwelling Time, Rizal Ramli Dibekingi Para Jenderal
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli rencananya akan dibantu banyak jenderal untuk merealisasikan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memangkas waktu tunggu bingkar muat (dwelling time) di pelabuhan menjadi sekitar 3-4 hari.
Sekadar mengingatkan, Jokowi memberikan mandat kepada Rizal untuk memangkas dwelling time menjadi 3-4 hari pada Oktober 2015. (Baca: Jokowi Beri Mandat Rizal Ramli Pangkas Dwelling Time).
"Dari segi organisasi, kami menunjuk Ronny Rusli yang mantan pejabat di Kementerian Keuangan, kami minta dia jadi Ketua Koordinator Task Force untuk ini (dwelling time) bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (25/8/e015).
Menurutnya, gugus tugas (task force) ini juga akan dibantu konsultan, yaitu Laksamana TNI Marsetio yang merupakan mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), serta Deputi II bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono.
"Mereka nanti akan dibantu lagi selain dari sipil, ada dua jenderal polisi bintang dua, ada dua jenderal Angkatan Laut (AL), dan dua jenderal Angkatan Udara (AU)," imbuh dia.
Rizal menyadari bahwa selama ini di Pelabuhan Tanjung Priok banyak disusupi mafia. Maka, pihaknya tak segan-segan untuk menindak tegas para mafia tersebut jika ketahuan menyalahi aturan.
"Pada dasarnya kami memahami kalau di Tanjung Priok banyak mafia, kami akan sikat kalau masih becanda. Kalau ada pejabat yang macam-macam ya kita geser. Kalau ada swasta yang macam-macam ya kita sikat. Kita hentikan kontraknya," pungkasnya.
Sekadar mengingatkan, Jokowi memberikan mandat kepada Rizal untuk memangkas dwelling time menjadi 3-4 hari pada Oktober 2015. (Baca: Jokowi Beri Mandat Rizal Ramli Pangkas Dwelling Time).
"Dari segi organisasi, kami menunjuk Ronny Rusli yang mantan pejabat di Kementerian Keuangan, kami minta dia jadi Ketua Koordinator Task Force untuk ini (dwelling time) bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (25/8/e015).
Menurutnya, gugus tugas (task force) ini juga akan dibantu konsultan, yaitu Laksamana TNI Marsetio yang merupakan mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), serta Deputi II bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono.
"Mereka nanti akan dibantu lagi selain dari sipil, ada dua jenderal polisi bintang dua, ada dua jenderal Angkatan Laut (AL), dan dua jenderal Angkatan Udara (AU)," imbuh dia.
Rizal menyadari bahwa selama ini di Pelabuhan Tanjung Priok banyak disusupi mafia. Maka, pihaknya tak segan-segan untuk menindak tegas para mafia tersebut jika ketahuan menyalahi aturan.
"Pada dasarnya kami memahami kalau di Tanjung Priok banyak mafia, kami akan sikat kalau masih becanda. Kalau ada pejabat yang macam-macam ya kita geser. Kalau ada swasta yang macam-macam ya kita sikat. Kita hentikan kontraknya," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :