Ekonom: Pertemuan Jokowi-Pengusaha Jangan Sekadar Wacana
Selasa, 25 Agustus 2015 - 16:21 WIB
Ekonom: Pertemuan Jokowi-Pengusaha Jangan Sekadar Wacana
A
A
A
JAKARTA - Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual menuturkan, pertemuan yang dilakukan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan para pengusaha nasional di Istana Bogor kemarin, jangan hanya sekadar wacana dan imbauan semata.
"Kalau sekadar imbauan, yang mau dilihat kan kenyataan di lapangan, kalau sekadar itu realisasinya enggak ada, percuma. Jika sebatas imbauan ya baik, tapi perlu dibarengi dengan realisasi dan implementasi," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Terlebih, sambung David, pertemuan tersebut sedianya harus rutin dilakukan tidak hanya oleh Jokowi, namun kementerian di bawah pimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk menampung keluhan dan masukan dari pelaku usaha.
"Itu tugasnya kementerian, jadi bukan dalam kondisi bergejolak saja, tapi dalam kondisi normal harus ditampung. Pemerintah harus fasilitasi untuk kemudahan dunia usaha," pungkas dia.
Sekadar mengingatkan, Jokowi kemarin mengumpulkan pengusaha nasional baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merespon pelemahan ekonomi yang terjadi di Tanah Air.
Hal ini menyusul pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hampir sekarat akibat kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang jeblok hingga menyentuh angka Rp14.000 per USD, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di kisaran 4.200.
Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) yang menghadiri rapat tersebut menilai, pertemuan antara pengusaha nasional dengan Jokowi kurang konkret. (Baca: HT: Pertemuan Jokowi dan Pengusaha Belum Konkret).
Pasalnya, pertemuan yang dilakukan tersebut dalam skala yang terlalu besar, sehingga ditemukan solusi konkret untuk mengatasi kondisi perekonomian Indonesia. Bahkan, Ketua Umum Partai Perindo ini langsung menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Jokowi.
Menurutnya, perlu dibuat pertemuan dalam skala yang lebih kecil mengingat pengusaha nasional berasal dari berbagai latar belakang bisnis yang berbeda. Sehingga, kepentingan dan solusi yang disampaikan juga akan berbeda.
"Yang saya sampaikan, pertemuan seperti ini terlalu besar. Harusnya dibuat pertemuan yang lebih kecil, tiga atau empat dibuat satu kelompok. Sehingga lebih spesifik, karena setiap perusahaan, setiap pihak yang diajak bicara itu kepentingannya lain-lain," katanya di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015).
Dia menegaskan, dengan pertemuan yang lebih berskala kecil, apa yang disampaikan akan lebih konkret dan bisa dikontribusikan untuk perekonomian Indonesia. Selain itu, pembahasan pun harus lebih mengarah ke ekonomi mikro sehingga lebih mudah diimplementasikan (action oriented).
"Kalau seperti ini tidak efektif. Menurut saya, cuma wacana akhirnya yang dihasilkan. Kurang konkret. Karena saat ini Indonesia perlu solusi yang cepat," imbuh dia.
HT menambahkan, usulan yang disampaikan ini disambut baik mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Bahkan, usulannya menjadi salah satu kesimpulan rapat terbatas yang dihadiri para pengusaha kakap nasional tersebut.
"Tadi disambut dengan baik (usulan), jadi intinya akan ditemukan pertemuan yang lebih terbatas. Itu juga salah satu kesimpulan dari rapat tadi," pungkasnya.
Baca Juga:
Ekonomi di Ambang Krisis, Jokowi Gelar Rapat Maraton
Ekonomi di Ambang Krisis, Jokowi Kumpulkan 17 BUMN
Ekonomi Loyo, HT Hadiri Rapat Terbatas dengan Jokowi
"Kalau sekadar imbauan, yang mau dilihat kan kenyataan di lapangan, kalau sekadar itu realisasinya enggak ada, percuma. Jika sebatas imbauan ya baik, tapi perlu dibarengi dengan realisasi dan implementasi," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Terlebih, sambung David, pertemuan tersebut sedianya harus rutin dilakukan tidak hanya oleh Jokowi, namun kementerian di bawah pimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk menampung keluhan dan masukan dari pelaku usaha.
"Itu tugasnya kementerian, jadi bukan dalam kondisi bergejolak saja, tapi dalam kondisi normal harus ditampung. Pemerintah harus fasilitasi untuk kemudahan dunia usaha," pungkas dia.
Sekadar mengingatkan, Jokowi kemarin mengumpulkan pengusaha nasional baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merespon pelemahan ekonomi yang terjadi di Tanah Air.
Hal ini menyusul pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hampir sekarat akibat kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang jeblok hingga menyentuh angka Rp14.000 per USD, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di kisaran 4.200.
Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) yang menghadiri rapat tersebut menilai, pertemuan antara pengusaha nasional dengan Jokowi kurang konkret. (Baca: HT: Pertemuan Jokowi dan Pengusaha Belum Konkret).
Pasalnya, pertemuan yang dilakukan tersebut dalam skala yang terlalu besar, sehingga ditemukan solusi konkret untuk mengatasi kondisi perekonomian Indonesia. Bahkan, Ketua Umum Partai Perindo ini langsung menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Jokowi.
Menurutnya, perlu dibuat pertemuan dalam skala yang lebih kecil mengingat pengusaha nasional berasal dari berbagai latar belakang bisnis yang berbeda. Sehingga, kepentingan dan solusi yang disampaikan juga akan berbeda.
"Yang saya sampaikan, pertemuan seperti ini terlalu besar. Harusnya dibuat pertemuan yang lebih kecil, tiga atau empat dibuat satu kelompok. Sehingga lebih spesifik, karena setiap perusahaan, setiap pihak yang diajak bicara itu kepentingannya lain-lain," katanya di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015).
Dia menegaskan, dengan pertemuan yang lebih berskala kecil, apa yang disampaikan akan lebih konkret dan bisa dikontribusikan untuk perekonomian Indonesia. Selain itu, pembahasan pun harus lebih mengarah ke ekonomi mikro sehingga lebih mudah diimplementasikan (action oriented).
"Kalau seperti ini tidak efektif. Menurut saya, cuma wacana akhirnya yang dihasilkan. Kurang konkret. Karena saat ini Indonesia perlu solusi yang cepat," imbuh dia.
HT menambahkan, usulan yang disampaikan ini disambut baik mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Bahkan, usulannya menjadi salah satu kesimpulan rapat terbatas yang dihadiri para pengusaha kakap nasional tersebut.
"Tadi disambut dengan baik (usulan), jadi intinya akan ditemukan pertemuan yang lebih terbatas. Itu juga salah satu kesimpulan dari rapat tadi," pungkasnya.
Baca Juga:
Ekonomi di Ambang Krisis, Jokowi Gelar Rapat Maraton
Ekonomi di Ambang Krisis, Jokowi Kumpulkan 17 BUMN
Ekonomi Loyo, HT Hadiri Rapat Terbatas dengan Jokowi
(izz)
Lihat Juga :