Pertamina Terbebani Koreksi Rupiah

Rabu, 26 Agustus 2015 - 17:37 WIB
Pertamina Terbebani...
Pertamina Terbebani Koreksi Rupiah
A A A
SURABAYA - PT Pertamina (persero) terbebani dengan terkoreksinya rupiah lantaran selama ini pembelian minyak menggunakan dolar Amerika Serikat (USD). Selain itu, turunnya harga minyak dunia juga menambah beban perusahaan.

"Kondisi tersebut menjadi beban perusahaan karena dari sisi pendapatan atas penjualan minyak diperoleh dengan rupiah, sedangkan pembelian minyak mentah/crude menggunakan USD," kata Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto di Surabaya, Rabu (26/8/2015).

Oleh karena itu, dia menjelaskan bahwa perseroan akan melakukan evaluasi terhadap harga jual minyak untuk mengurangi beban yang ditanggung BUMN migas tersebut.

"Kita tidak bisa melihat bahwa di saat harga minyak turun kemudian harga minyak bisa kita turunkan karena kita harus kalkulasi,” ungkap dia.

Dihubungi terpisah Wakil Direktur Refominers Institute Komaidi Notonegoro menilai, turunnya harga minyak dunia dan melemahnya rupiah terhadap USD menjadi terpaan besar bagi industri migas nasional.

Di satu sisi, KKKS tidak bergairah untuk berproduksi karena harga minyak tidak laik untuk dijual. Di sisi lain, belanja sejumlah peralatan untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi harganya melonjak tajam lantaran masih diimpor dari luar negeri.

Tidak hanya itu, dia menambahkan, sejumlah tenaga ahli professional dari luar negeri juga menjadi beban perusahaan karena jasanya dihargai dengan menggunakan USD.

Karena itu, pemerintah diminta memberikan stimulus-stimulus dan kemudahan lainnya yang dibutuhkan kontraktor migas agar tetap bertahan berinvestasi di Indonesia, kendati ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 kecil kemungkinan untuk memberikan insentif.

“Memberikan insentif akan relatif bisa dilakukan untuk membuat bertahan walaupun kondisinya bagi semuanya. Pemerintah sulit membuka ruang fiskal di sektor hulu karena justru akan menambah lebih berat lagi,” jelas Komaidi.

(Baca: Rupiah Melemah, Industri Migas dalam Kondisi Sulit)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
6 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
7 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
8 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
8 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
8 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
9 jam yang lalu
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved