BKPM Siapkan Petunjuk Pelaksanaan Tax Holiday

Kamis, 27 Agustus 2015 - 08:44 WIB
BKPM Siapkan Petunjuk...
BKPM Siapkan Petunjuk Pelaksanaan Tax Holiday
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang menyiapkan petunjuk pelaksanaan (standard operating procedure /SOP) tentang tata cara pengajuan fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday ).

Langkah ini dilakukan menyusul terbitnya revisi aturan tax holiday oleh menteri keuangan. ”Saat ini eselon I BKPM sedang berkoordinasi dengan kepala badan kebijakan fiskal (BKF) kementerian keuangan untuk mendapat masukan tentang mekanisme pengajuan dan persyaratan permohonan tax holiday ,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani melalui keterangan tertulis kemarin.

Franky mengatakan, pihaknya optimistis pemberlakuan aturan tax holiday yang baru itu akan menggairahkan investasi di sektor manufaktur. Dengan cakupan industri yang diperluas, hal tersebut bisa mendorong berkembangnya industri manufaktur yang berdaya saing tinggi. ”Kami mendorong investasi manufaktur untuk mendukung transformasi menuju ekonomi berbasis produksi sebagaimana diamanatkan Presiden Jokowi,” tambahnya.

Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini menambahka n , pemberlakuan revisi aturan tax holiday yang lebih fleksibel ini juga akan men i n g - katkan minat investasi. Dari berbagai pertemuan dengan calon investor, Franky mengaku selalu ditanyai soal kemungkinan mendapatkan fasilitas tax holiday untuk mendukung rencana investasinya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menerbitkan PMK Nomor 195/PMK.010/ 2015 tentang pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday ). Aturan ini resmi berlaku pada 16 Agustus 2015. Dalam aturan tersebut, masa tax holiday bisa diperpanjang hingga 20 tahun melalui diskresi menteri keuangan. Tak hanya itu, cakupan industri yang bisa mengajukan fasilitas ini pun juga diperluas dari awalnya enam menjadi sembilan sektor industri.

Besaran investasi minimum yang menjadi persyaratan juga sedikit diubah. Perusahaan yang bisa mengajukan tax holiday harus menanamkan modalnya minimal Rp1 triliun. Tetapi, khusus untuk sektor industri permesinan dan industri telekomunikasi, boleh mengajukan dengan investasi minimal Rp500 miliar.

Namun, Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Setyo Budiantoro menyatakan, Indonesia merupakan negara yang menarik bagi investor meski tanpa tax holiday . Pemerintah sebaiknya fokus memperbaiki iklim investasi dengan membangun infrastruktur, menyediakanenergi, dan melakukan reformasi birokrasi.

Rahmat fiansyah
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
48 menit yang lalu
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI
2 jam yang lalu
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Lanjutkan...
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
3 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved