MNC Bank Siapkan Strategi Antisipasi Risiko Kredit Bermasalah

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 10:33 WIB
MNC Bank Siapkan Strategi...
MNC Bank Siapkan Strategi Antisipasi Risiko Kredit Bermasalah
A A A
JAKARTA - PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) menyiapkan strategi untuk mengatasi risiko kredit bermasalah (nonperforming loan/ NPL) seiring tren perlambatan ekonomi nasional yang terus terjadi.

Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo mengatakan, pihaknya masih optimistis melakukan ekspansi bisnis dengan sangat hati-hati. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan masih melemahnya kondisi perekonomian dalam negeri membuat resiko kredit bermasalah perbankan nasional semakin berat.

Namun, perseroan telah menyiapkan strategi untuk mengatasi risiko yang muncul. ”Kami terus ekspansi kredit namun dengan sangat selektif. Kami masih optimistis. Ini terbukti dari aset dan simpanan yang tetap naik meskipun tidak signifikan karena menggunakan prinsip kehati-hatian,” ujar Benny saat ditemui di Jakarta kemarin.

Menurut dia, strategi utamanya ialah dengan semakin selektif untuk menyalurkan kredit hanya kepada nasabah potensial. Benny juga menjelaskan, perseroan telah menghentikan pemberian pinjaman valas kepada nasabah yang menghasilkan pendapatan dalam rupiah.

Nasabah segmen ini disebutnya sangat berisiko di kondisi saat ini. ”Kami beruntung eksposur kredit valas hanya 12% dari total kredit. Dan, kami hanya melayani valas untuk nasabah yang pendapatannya dalam mata uang dolar AS. Sehingga, kecukupan modal atau CAR tidak tergerus signifikan,” ujarnya.

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kondisi perbankan masih cukup kuat menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah. Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon bahwa pihaknya terus memantau dampak pelemahan rupiah terhadap rasio kredit bermasalah bank.

Otoritas masih optimistis industri perbankan masih mampu menahan gejolak nilai tukar baik secara langsung dalam kredit valas ataupun lesunya perekonomian nasional. ”Kita akan terus monitor dampaknya ke NPL perbankan dan dampak lainnya juga. Tapisaya masihyakin, bank nasional masih cukup kuat menghadapi kurs seperti sekarang,” ujar Nelson.

Dia menegaskan, dampak risiko terhadap bank bank BUKU 1 atau 2 belum signifikan. Karena, bank segmen tersebut masih memiliki eksposur valas yang kecil sehingga dampaknya tidak terlalu berisiko bagi industri bank nasional. Posisi NPL gross per Juni masih di level 2,46% dan 1,25% untuk NPL net.

”Jadi, kami masih yakin akan ada di bawah 3% hingga akhir tahun, kecuali ekonomi makro kita merosot sangat dalam. Pasti NPL Perbankan terpengaruh lebih besar. Sedangkan, bank kecil umumnya bukan bank devisa. Kalaupun sudah jadi bank devisa, umumnya tidak punya eksposur valas yang besar,” ujarnya.

Hafid fuad
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
56 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
1 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
2 jam yang lalu
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved