Dominasi Modal Asing di Indonesia Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2015 - 19:25 WIB
Dominasi Modal Asing...
Dominasi Modal Asing di Indonesia Paling Tinggi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut Indonesia merupakan negara yang paling tinggi dominasi dan peranan asingnya dalam permodalan.

Hal ini salah satunya terlihat dari Surat Utang Negara (SUN) Indonesia yang pembelinya didominasi asing.

Dia mengungkapkan, dominasi asing dalam permodalan di Tanah Air awalnya disebabkan karena Indonesia sejak dulu mengalami defisit tabungan (saving) dan investasi.

"Ini (defisit saving dan investasi) lebih persistent dari defisit transaksi berjalan" ‎ujarnya dalam keynote speech Seminar Nasional Perekonomian Indonesia dari "Masa ke Masa: Tantangan, Strategi, dan Pembelajaran Bangsa" di gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Menurut Darmin, Indonesia hanya pernah menjawab minimnya tabungan masyarakat di Tanah Air pada era 1970-an. Sebab kala itu, pemerintah terus mengkampanyekan gemar menabung.

"Namun, beberapa tahun kemudian kelihatannya kita kembali lupa (menabung). Kita tidak menyadari karena saving kita tidak cukup tapi kita ingin pertumbuhan besar," terangnya.

Alhasil, untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang besar, masuklah dana-dana asing dari luar negeri. Awalnya, dana asing tersebut hanya berupa Foreign Direct Investment (FDI). Namun, nyatanya FDI pun tak cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Akhirnya kita undanglah foreign shortterm capital. Nah, sekarang jadilah kita negara yang paling tinggi peranan asingnya di permodalan," pungkasnya.

Baca juga
:

Investasi Asing di Indonesia Terbesar di ASEAN

Menkeu Kisahkan Kondisi Ekonomi RI dari Masa ke Masa

Kereta Cepat Jepang versus China
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved