BI: Laju Inflasi Tahun Ini Masih Terkendali

Minggu, 06 September 2015 - 17:20 WIB
BI: Laju Inflasi Tahun...
BI: Laju Inflasi Tahun Ini Masih Terkendali
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju inflasi sampai akhir tahun ini masih terkendali pada level 4,69%.

Laju inflasi pada Agustus 2015 tercatat 0,39% atau lebih rendah dari bulan sebelumnya 0,93%, sedangkan secara kumulatif (Januari-Agustus) 2015 mencapai 2,29%.

Untuk itu, inflasi diperkirakan sampai dengan akhir tahun akan berada di level 4,69% atau masih masuk dalam range BI di kisaran 4±1%. Inflasi yang stabil membuat faktor produksi bekerja nyaman, sehingga suku bunga 7,5% masih menjadi stimulus bagi investor.

Kepala Divisi Operasi Valas Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Rahmatullah mengungkapkan, melemahnya rupiah beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh fundamental ekonomi dan sentimen.

"Kalau rupiah tetap melemah padahal fundamental cukup baik, artinya masalahnya ada di sentimen," ujarnya di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan ini.

Dia menjelaskan, apabila dibanding dengan krisis tahun 1998 silam, fundamental Indonesia saat ini jauh lebih kuat. Pelemahan kurs rupiah jauh lebih dalam pada tahun 1998 dibandingkan 2015.

Pada 1998, pelemahan rupiah mencapai minus 48% di level Rp8.050/USD, sedangkan tahun ini minus 13,4% di level Rp14.000/USD.

Secara historis, dia menambahkan, jika suku bunga acuan Federal Reserve (Fed rate) naik maka dolar Amerika Serikat (USD) akan mereda. Oleh sebab itu, setelah kenaikan Fed rate diharapkan kenaikan USD mereda.

Sejalan dengan itu, dia menuturkan, Bank Indonesia akan berusaha menyesuaikan untuk tidak membuat kepanikan di pasar.

"Volatilitas di semua negara tinggi. Kita tidak menafikan faktor dalam negeri, perekonomian melemah. Kita harus optimistis. Anggaplah ini turbulence karena negara lain optimistis juga," tandasnya.

Di sisi lain, indikator perbankan pada tahun ini juga lebih kuat dibandingkan tahun 1998. Tercatat, capital adequacy ratio (CAR) pada 1998 tercatat minus 15,7%. Sedangkan pada Juni 2015 sebesar 20,1%, sementara nonperforming loan (NPL) pada 1998 mencapai 48,6%.

Menurutnya, angka itu jauh lebih tinggi dibanding Juni 2015 sebesar 2,56%. Namun untuk suku bunga deposito satu bulan pada 1998 sebesar 41,42%, sedangkan pada Juni 2015 berada pada kisaran 7,76%.

Baca:
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
11 menit yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
22 menit yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
1 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
1 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
3 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
11 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved