Pemerintah Dinilai Tak Kompak soal Listrik 35.000 MW

Selasa, 08 September 2015 - 13:33 WIB
Pemerintah Dinilai Tak...
Pemerintah Dinilai Tak Kompak soal Listrik 35.000 MW
A A A
JAKARTA - Pengamat kelistrikan Fabby Tumiwa menilai pemerintah tidak kompak soal proyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang akan dikebut hingga 2019.

Pasalnya, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, dan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli tidak seragam. (Baca: Rizal Ramli Turunkan Target Proyek Listrik 35.000 MW).

Jokowi dan Menteri ESDM tetap keukeuh bahwa proyek ambisius tersebut akan dapat tercapai sesuai target pada 2019. Sementara, Rizal Ramli tetap pada pendiriannya bahwa proyek tersebut tidak realistis dan menurunkan targetnya menjadi 16.000 MW hingga 2019.

"Menteri ESDM bilang enggak akan berubah, terus tiga minggu lalu Pak Rizal Ramli menaikkan isu ini, Presiden juga mengatakan target itu tidak berubah. Jadi saya lihat statement Presiden, Menteri ESDM tidak ada urgensi untuk mengubah itu. Sementara Pak Rizal bilang diubah. Sebenarnya apa yang terjadi," katanya saat dihubungi Sindonews, Selasa (8/9/2015).

Menurutnya, perlu kajian matang untuk membuat keputusan menurunkan target proyek listrik Jokowi tersebut. Terlebih, menko tugasnya mengoordinasi, sementara teknisnya berada di menteri terkait, yaitu Menteri ESDM.

"Nah itu pertanyaannya apa Menteri ESDM sudah diajak bicara belum?" imbuh dia. (Baca:Rizal Revisi Target, ESDM-PLN Keukeuh Listrik 35.000 MW).

Fabby menerangkan, sebenarnya terjadi perbedaan dimensi dan pandangan antara Presiden, Menteri ESDM, dan Menko bidang Kemaritiman dan Sumber Daya. Jokowi dan Sudirman Said memandang bahwa 35.000 MW itu merupakan target yang harus dicapai dari respon kebutuhan listrik yang muncul.

Sementara, Rizal Rramli melihat dari dimensi ukuran realistis yang bisa dicapai dalam lima tahun mendatang. "Jadi beda dimensinya. Satu target dan satu soal realistis atau tidak. Dua-duanya enggak nyambung. Sebenarnya menurut saya, sebagai pembantu Presiden, menko seharusnya turut serta menyelesaikan," jelasnya.

Sebelumnya, Rizal Ramli memutuskan untuk merombak rencana pembangunan proyek listrik 35.000 MW yang dicita-citakan Presiden Jokowi menjadi hanya 16.000 MW hingga 2019.

Alasan mengubah rencana proyek listrik yang digadang-gadang pemerintah tersebut lantaran untuk mencapai 35.000 MW tidak mungkin bisa hanya dalam waktu lima tahun.

"Seperti diketahui ada target untuk membangun listrik sebesar 35.000 MW. Setelah kami bahas, 35.000 MW tidak mungkin dicapai dalam lima tahun mungkin 10 tahun bisa," katanya‎ di gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Menurutnya, jika Presiden Jokowi tetap keukeuh membangun listrik sebesar 35.000 MW dalam waktu lima tahun, maka beban puncak PLN pada 2019 menjadi sebesar 74 ribu MW dan dengan kapasitas berlebih (iddle) 21 ribu MW.

"Sesuai aturan yang ada, PLN harus membeli atau membayar sebanyak 74% kapasitas listrik berlebih (21.000 MW) itu dari swasta‎ dipakai atau enggak dipakai. Kalau ini terjadi, PLN akan alami kesulitan keuangan," imbuh Rizal.

Baca Juga:

Jokowi Tolak Keinginan Rizal Ramli soal Listrik 35.000 MW

Lingkaran Istana Tak Tahu Langkah Rizal Ramli
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
14 menit yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
4 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
5 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved