Produksi Tinggi, Minyak Dunia Menetap di Harga Rendah
Rabu, 09 September 2015 - 09:38 WIB
Produksi Tinggi, Minyak Dunia Menetap di Harga Rendah
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia menetap pada level rendah di awal perdagangan Asia pagi ini karena kekhawatiran tingginya produksi global tidak diimbangi dengan permintaan.
Harga minyak hampir jatuh 60% sejak Juni 2014 karena banjirnya pasokan global, dengan harga dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi kekhawatiran tentang melambatnya ekonomi China yang memengaruhi gejolak di pasar saham global, sementara produksi mendekati rekor tertinggi.
Minyak mentah Brent diperdagangkan di USD49,52/barel pada pukul 09.10 WIB, mendatar dengan penutupan terakhir setelah naik 4% pada sesi sebelumnya, mengikuti reli ekuitas.
Minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) sedikit lebih rendah, turun 2 sen menjadi USD45,92/barel.
"Harga WTI tertinggal karena berakhirnya musim panas di AS, memberi sinyal permintaan lebih rendah," tulis ANZ, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (9/9/2015).
Secara keseluruhan, ANZ menyatakan bahwa volatilitas harga komoditas tetap tinggi dengan pasar mencoba untuk mendirikan basis baru di tengah melemahnya permintaan musiman.
Di sisi penawaran, spekulasi terbaru bahwa beberapa produsen yang bersedia bekerja sama untuk memangkas produksi demi mendukung harga ditolak oleh Rusia dan Meksiko pada pekan ini.
Kedua negara itu menegaskan bahwa mereka tidak akan memangkas produksi. Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi minyak mendekati volume rekor.
Harga minyak hampir jatuh 60% sejak Juni 2014 karena banjirnya pasokan global, dengan harga dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi kekhawatiran tentang melambatnya ekonomi China yang memengaruhi gejolak di pasar saham global, sementara produksi mendekati rekor tertinggi.
Minyak mentah Brent diperdagangkan di USD49,52/barel pada pukul 09.10 WIB, mendatar dengan penutupan terakhir setelah naik 4% pada sesi sebelumnya, mengikuti reli ekuitas.
Minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) sedikit lebih rendah, turun 2 sen menjadi USD45,92/barel.
"Harga WTI tertinggal karena berakhirnya musim panas di AS, memberi sinyal permintaan lebih rendah," tulis ANZ, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (9/9/2015).
Secara keseluruhan, ANZ menyatakan bahwa volatilitas harga komoditas tetap tinggi dengan pasar mencoba untuk mendirikan basis baru di tengah melemahnya permintaan musiman.
Di sisi penawaran, spekulasi terbaru bahwa beberapa produsen yang bersedia bekerja sama untuk memangkas produksi demi mendukung harga ditolak oleh Rusia dan Meksiko pada pekan ini.
Kedua negara itu menegaskan bahwa mereka tidak akan memangkas produksi. Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi minyak mendekati volume rekor.
(rna)
Lihat Juga :