Kadin: Pemerintah Tak Kompak Pertanda Buruk Buat Investor
Sabtu, 12 September 2015 - 13:26 WIB
Kadin: Pemerintah Tak Kompak Pertanda Buruk Buat Investor
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyayangkan sikap Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli yang kerap tidak kompak dan membuat kegaduhan di internal pemerintah.
Wakil Ketua Umum Kadin Suryani SF Motik menuturkan, kegaduhan dan ketidakkompakkan pemerintah tersebut dapat menjadi pertanda buruk bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. (Baca: Jawaban Rizal Sering Keluarkan Pernyataan Kontroversial)
Dia mencontohkan, megaproyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang diributkan Rizal Ramli karena dianggap tidak realistis. Tak tanggung-tanggung, kegaduhan yang diciptakannya itu hingga menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk berdebat di depan publik terkait proyek prestisius tersebut.
"Itu sign yang buruk sekali buat investor. Sekarang misalnya Pak Rizal bilang 16.000 MW, sementara Pak Jokowi yang Presidennya langsung, Pak JK, Menteri ESDM (Sudirman Said) bilang 35.000 MW. Pertanyaan kalau saya jadi investor, ini sebenarnya Indonesia butuh berapa?" katanya di Jakarta, Sabtu (12/9/2015).
Menurutnya, Rizal Ramli tidak seharusnya ribut-ribut di depan publik soal realitas proyek listrik 35.000 MW. Karena, langkah Presiden Jokowi untuk memberikan target pembangunan listrik sebesar 35.000 MW hingga 2019 sudahlah benar. (Baca: Sudirman Tolak Rizal Pangkas Target Listrik 35.000 MW )
"Soal tidak tercapai itu nomor dua. Kalau kita mau men-setting target itu kan harus yang tinggi. Kalau ada kekhawatiran oknum di pemerintahan yang bermain, kan ada aturannya dan bisa dikontrol," imbuh dia.
Kalaupun mantan Menko bidang Perekonomian itu tidak setuju dengan Jokowi, seharusnya hal tersebut disampaikan di dalam sidang kabinet. Rizal tidak sepatutnya membawa persoalan internal kabinet ke ranah publik.
"Nah hal seperti itu enggak boleh terjadi lagi. Apalagi sesama mereka pengambil kebijakan. Kalau pemimpinnya saja ribut bagaimana rakyatnya. Jangan marah kalau rakyatnya berantem terus," pungkas Suryani. (lly)
Baca juga:
Jokowi Tak Tahu Rizal Turunkan Target Listrik 35.000 MW
Pangkas Target Listrik 35.000 MW, Rizal Belum Lapor Jokowi
Rizal Ramli Turunkan Target Proyek Listrik 35.000 MW
Wakil Ketua Umum Kadin Suryani SF Motik menuturkan, kegaduhan dan ketidakkompakkan pemerintah tersebut dapat menjadi pertanda buruk bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. (Baca: Jawaban Rizal Sering Keluarkan Pernyataan Kontroversial)
Dia mencontohkan, megaproyek listrik 35.000 megawatt (MW) yang diributkan Rizal Ramli karena dianggap tidak realistis. Tak tanggung-tanggung, kegaduhan yang diciptakannya itu hingga menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk berdebat di depan publik terkait proyek prestisius tersebut.
"Itu sign yang buruk sekali buat investor. Sekarang misalnya Pak Rizal bilang 16.000 MW, sementara Pak Jokowi yang Presidennya langsung, Pak JK, Menteri ESDM (Sudirman Said) bilang 35.000 MW. Pertanyaan kalau saya jadi investor, ini sebenarnya Indonesia butuh berapa?" katanya di Jakarta, Sabtu (12/9/2015).
Menurutnya, Rizal Ramli tidak seharusnya ribut-ribut di depan publik soal realitas proyek listrik 35.000 MW. Karena, langkah Presiden Jokowi untuk memberikan target pembangunan listrik sebesar 35.000 MW hingga 2019 sudahlah benar. (Baca: Sudirman Tolak Rizal Pangkas Target Listrik 35.000 MW )
"Soal tidak tercapai itu nomor dua. Kalau kita mau men-setting target itu kan harus yang tinggi. Kalau ada kekhawatiran oknum di pemerintahan yang bermain, kan ada aturannya dan bisa dikontrol," imbuh dia.
Kalaupun mantan Menko bidang Perekonomian itu tidak setuju dengan Jokowi, seharusnya hal tersebut disampaikan di dalam sidang kabinet. Rizal tidak sepatutnya membawa persoalan internal kabinet ke ranah publik.
"Nah hal seperti itu enggak boleh terjadi lagi. Apalagi sesama mereka pengambil kebijakan. Kalau pemimpinnya saja ribut bagaimana rakyatnya. Jangan marah kalau rakyatnya berantem terus," pungkas Suryani. (lly)
Baca juga:
Jokowi Tak Tahu Rizal Turunkan Target Listrik 35.000 MW
Pangkas Target Listrik 35.000 MW, Rizal Belum Lapor Jokowi
Rizal Ramli Turunkan Target Proyek Listrik 35.000 MW
(dmd)
Lihat Juga :