Jimac-Sany Boyong Investor China ke Indonesia

Minggu, 13 September 2015 - 10:26 WIB
Jimac-Sany Boyong Investor...
Jimac-Sany Boyong Investor China ke Indonesia
A A A
JAKARTA - PT Jakarta International Machinery Centre (Jimac) Group memfasilitasi pertemuan para investor dan pengusaha China untuk melakukan kemitraan dan investasi di Indonesia.

Salah satu bentuk kemitraan yang diprakarsai Jimac Group adalah menggandeng mitra bisnisnya, yakni Sany—perusahaan alat berat terbesar di China, yang akan membangun pusat logistik alat berat terbesar di kawasan Asia-Pasifik.

”Direncanakan pembangunan pusat logistik ini akan menjadi sentral komponen dan suku cadang alat berat terbesar di kawasan Asia-Pasifik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Hal ini merupakan bukti konkret hasil kerja sama antara Jimac-Sany Group untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar CEO Jimac Group Benny Kurniajaya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Dia mengungkapkan, dalam acara gathering dengan 1.000 pengusaha China yang berada di Indonesia maupun yang datang langsung dari Negeri Panda tersebut, Jimac Group dengan Sany menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama. Menurut Benny, pembangunan pusat logistik alat berat tersebut merupakan tahap awal dengan nilai investasi sebesar USD50 juta dari total investasi sebesar USD200 juta dengan menempati areal seluas 15 hektare di Pulau Batam, Kepulauan Riau.

”Awalnya Sany Asia-Pasifik merencanakan pembangunan pusat logistik dibangun di Singapura. Namun karena Jimac Group sudah mempersiapkan lahan, akhirnya diputuskan pembangunan tersebut di Batam yang dinilai lebih strategis untuk menyuplai kebutuhan customer ,” kata dia. Dia menjelaskan, pertemuan para pengusaha dan investor China yang kedua kalinya ini selain kerja sama di berbagai bidang diharapkan dapat meningkatkan investasi dari China.

Paling tidak, ujar dia, para pelaku bisnis dapat mengembangkan produk unggulan yang mampu bersaing dengan pasar luar negeri. ”Saya berharap pembangunan pusat logistik ini akan menghilangkan image masyarakat bahwa produk-produk asal China kesulitan mendapatkan suku cadang.

Padahal, anggapan seperti itu sama sekali tidak beralasan dan terbukti Jimac Group dalam empat tahun terakhir sebagai agen tunggal distributor alat berat Sany mampu memberikan pelayanan purnajual dengan memberikan garansi selama satu tahun baik unit maupun suku cadang serta jasa servis dan pelayanan purna yang maksimal,” paparnya.

Dewan penasihat Jimac Group Wiranto berharap, kerja sama Jimac-Sany dalam pembangunan pusat logistik alat berat mampu meningkatkan investasi di Indonesia. Kerja sama ini, lanjut dia, merupakan kolaborasi yang saling menguntungkan.

Yanto kusdiantono
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
55 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved