Pertumbuhan Ekonomi China Diramal di Bawah 7%
Senin, 14 September 2015 - 10:38 WIB
Pertumbuhan Ekonomi China Diramal di Bawah 7%
A
A
A
BEIJING - Data perdagangan dan inflasi di Cihna diperkirakan melemah, sehingga membuat pertumbuhan ekonomi kuartal III/2015 diramal berada di bawah 7% untuk pertama kalinya sejak krisis global.
Seperti dikutip dari The Asian Age, Senin (14/9/2015), pertumbuhan investasi dan produksi pabrik di China pada Agustus menunjukkan pelemahan lanjutan.
Kekhawatiran perlambatan ekonomi China telah mengguncang pasar global dalam beberapa pekan terakhir, mendorong spekulasi bahwa bank sentral AS mungkin akan menunda untuk menaikkan suku bunga.
"Laju perlambatan investasi relatif cepat, diseret oleh sektor properti, sedangkan sektor pabrik tetap melamban," kata Zhou Hao, ekonom senior di Commerzbank AG di Singapura.
"Secara keseluruhan, perekonomian sangat lemah dan bank sentral mungkin harus terus memotong suku bunga dan persyaratan cadangan bank," kata dia.
Dia memperkirakan pertumbuhan sangat mungkin turun di bawah 7% pada kuartal Juli-September. Beberapa ekonom percaya pertumbuhan saat ini sudah jauh lebih lemah daripada yang telah ditunjukkan oleh data resmi.
Misalnya produksi pabrik pada Agustus naik hanya 1% dari tahun ke tahun, dan produksi komoditas industri utama seperti baja dan batubara melemah. Pertumbuhan investasi aset tetap melambat menjadi 10,9% pada 2015.
Seperti dikutip dari The Asian Age, Senin (14/9/2015), pertumbuhan investasi dan produksi pabrik di China pada Agustus menunjukkan pelemahan lanjutan.
Kekhawatiran perlambatan ekonomi China telah mengguncang pasar global dalam beberapa pekan terakhir, mendorong spekulasi bahwa bank sentral AS mungkin akan menunda untuk menaikkan suku bunga.
"Laju perlambatan investasi relatif cepat, diseret oleh sektor properti, sedangkan sektor pabrik tetap melamban," kata Zhou Hao, ekonom senior di Commerzbank AG di Singapura.
"Secara keseluruhan, perekonomian sangat lemah dan bank sentral mungkin harus terus memotong suku bunga dan persyaratan cadangan bank," kata dia.
Dia memperkirakan pertumbuhan sangat mungkin turun di bawah 7% pada kuartal Juli-September. Beberapa ekonom percaya pertumbuhan saat ini sudah jauh lebih lemah daripada yang telah ditunjukkan oleh data resmi.
Misalnya produksi pabrik pada Agustus naik hanya 1% dari tahun ke tahun, dan produksi komoditas industri utama seperti baja dan batubara melemah. Pertumbuhan investasi aset tetap melambat menjadi 10,9% pada 2015.
(izz)
Lihat Juga :