Pertamina Investasi Kilang TPPI Rp2,86 Triliun

Senin, 14 September 2015 - 16:53 WIB
Pertamina Investasi...
Pertamina Investasi Kilang TPPI Rp2,86 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (persero) menargetkan kilang PT Trans Pasific Petroleum Indotama (TPPI) di Tuban Jawa Timur mulai berproduksi bahan bakar minyak (BBM) Oktober 2015.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, investasi yang diperlukan untuk menyiapkan operasional kilang TPPI sebesar USD200 juta atau setara Rp2,86 triliun (kurs Rp14.300/USD).

Hal itu dihitung berdasarkan belanja modal dalam tiga bulan ke depan dengan kapasitas produksi sebesar 80.000 barel per hari (bph).

“Kita lihat capex-nya mungkin kalau operasional untuk tiga bulan ke depan diperkirakan USD200 juta untuk persiapan,” ungkap dia di Jakarta, Senin (14/9/2015).

Menurut dia, kapasitas produksi awal dari kilang TPPI akan dimulai pada level 200.000 bph, kemudian secara bertahap ditingkatkan menjadi 50.000-55.000 bph.

Sementara untuk pasokan bahan baku, pemerintah akan mengalokasikan kondensat bagian negara yang mana telah sesuai dengan spesifikasi kilang TPPI.

“Untuk feed stock Pertamina tentu saja membutuhkan dukungan dari pemerintah terkait dengan alokasi kondensat bagian negara untuk keperluan produksi TPPI,” kata dia.

Lebih lanjut Wianda menjelaskan bahwa pasokan kondensat diperoleh dari produksi dalam negeri karena spesifikasinya telah sesuai dengan kondensat lokal.

“Dukungan pemerintah sangat diperlukan agar kilang TPPI dapat kembali beroperasi normal sesuai arahan dari pemerintah,” kata dia.

Setelah beroperasi normal diharapkan TPPI dapat mencicil utangnya kepada Pertamina secara bertahap.

“Kan TPPI masih punya utang ke pertamina yang masih dicicil. Harapannya tiga bulan ke depan saat proses produksi secara simple-nya mulai bisa mencicil. Skema seperti apa nanti juga ditentukan bersama karena masih ada pemegang saham yang lain,” ujar Wianda.

Dia mengatakan, setelah kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi ke Kilang TPPI Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu, hasilnya adalah TPPI diarahkan untuk gasoline mode memproduksi BBM, khususnya gasoline yang yang porsi impornya masih tinggi.

“Selain itu, Pertamina juga diminta untuk mengambil alih kilang TPPI,” kata dia.

Bersamaan dengan itu, Pertamina juga merilis fasilitas pengolahan teranyar, yakni Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di Kilang Cilacap, Jawa Tengah telah menjalani commissioning sebelum beroperasi pada Oktober mendatang.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
19 menit yang lalu
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
38 menit yang lalu
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
46 menit yang lalu
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
1 jam yang lalu
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
1 jam yang lalu
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
1 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved