Tanggapan Ketua Tim Ahli Wapres soal Polemik Rizal Ramli
Selasa, 15 September 2015 - 11:06 WIB
Tanggapan Ketua Tim Ahli Wapres soal Polemik Rizal Ramli
A
A
A
JAKARTA - Ketua Tim Ahli Wakil Presiden (Wapres) Sofjan Wanandi turut berkomentar soal polemik yang diciptakan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli.
Pasalnya, polemik yang dimunculkan Rizal Ramli soal proyek listrik 35.000 MW membuat investor ciut. Sejatinya di negara manapun hanya ada satu pemimpin dengan satu kebijakannya.
Atas dasar itu, lanjut Sofjan, polemik yang dimunculkan mantan Menko bidang Perekonomian tersebut tidak perlu dipersoalkan.
"Semua investor itu apapun prinsip negara maju dan negara berkembang mana saja harus ada satu pemimpin, satu policy dan satu suara. Enggak bisa semua pemerintah bersuara sendiri-sendiri dan merugikan," katanya di Patra Kuningan, Jakarta, Senin (14/9/2015) malam.
Menurutnya, kegaduhan yang dibuat Rizal Ramli sedikit banyak memang membuat investor takut akan kelanjutan proyek prestisius tersebut. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan bahwa megaproyek tersebut terus dilanjutkan.
Kendati demikian, mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini menegaskan bahwa saat ini tugas Jokowi adalah mengatur Rizal Ramli agar dapat satu suara dengan pemerintah.
"Makanya itu saya pikir ini urusan Pak Jokowi supaya mengatur agar semua bersuara satu sesuai kebijakan dia. Dia yang memimpin sebagai Presiden, itu saja yang diharapkan," pungkasnya.
Pasalnya, polemik yang dimunculkan Rizal Ramli soal proyek listrik 35.000 MW membuat investor ciut. Sejatinya di negara manapun hanya ada satu pemimpin dengan satu kebijakannya.
Atas dasar itu, lanjut Sofjan, polemik yang dimunculkan mantan Menko bidang Perekonomian tersebut tidak perlu dipersoalkan.
"Semua investor itu apapun prinsip negara maju dan negara berkembang mana saja harus ada satu pemimpin, satu policy dan satu suara. Enggak bisa semua pemerintah bersuara sendiri-sendiri dan merugikan," katanya di Patra Kuningan, Jakarta, Senin (14/9/2015) malam.
Menurutnya, kegaduhan yang dibuat Rizal Ramli sedikit banyak memang membuat investor takut akan kelanjutan proyek prestisius tersebut. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan bahwa megaproyek tersebut terus dilanjutkan.
Kendati demikian, mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini menegaskan bahwa saat ini tugas Jokowi adalah mengatur Rizal Ramli agar dapat satu suara dengan pemerintah.
"Makanya itu saya pikir ini urusan Pak Jokowi supaya mengatur agar semua bersuara satu sesuai kebijakan dia. Dia yang memimpin sebagai Presiden, itu saja yang diharapkan," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :