Darmin Minta Masyarakat Baca Situasi Ekonomi Dunia

Rabu, 16 September 2015 - 12:32 WIB
Darmin Minta Masyarakat...
Darmin Minta Masyarakat Baca Situasi Ekonomi Dunia
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta seluruh masyarakat membaca situasi perekonomian dunia yang sedang mengalami gejolak, agar tidak terlena dengan kondisi ini.

Dia juga meminta terutama pengusaha untuk lebih mawas membaca kondisi ini, sehingga pemerintah bisa sigap merumuskan suatu kebijakan untuk keluar dari kondisi ekonomi yang melemah.

"Saya tentunya mengajak kita untuk membaca situasi kita dewasa ini. Kemudian mencoba mengidentifikasi apa yang bisa kita lakukan. Terutama dunia usaha, para asosiasi dan anggota Kadin (Kamar Dagang dan Industri)," jelas dia dalam acara Rakernas bidang Koordinator Asosiasi Kadin Indonesia di Grand Kemang, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Menurutnya, gejolak ekonomi dunia bermula dari krisis yang dialami Amerika Serikat (AS) pada 2007 dan 2008. Hal inilah yang memengaruhi seluruh dunia hingga saat ini.

"Pada 2007-2008 itu adalah krisis yang kita sebut sebagai asal mulanya. Ada upaya mendorong pemberian kredit murah dan mudah. Akhirnya bablas. Dan seluruh dunia mengalami dampaknya," kata Darmin.

Dia mengatakan, dengan perekonomian saat ini, Indonesia perlu membuat kebijakan yang berbeda dari AS yang dulunya sempat melakukan kebijakan quantitative easing (QE). Pasalnya, tidak semua negara dapat melakukan hal tersebut.

Di Indonesia, lanjut mantan gubernur Bank Indonesia (BI) ini, pengusaha Indonesia berperan penting dalam pembangunan ekonomi. Sebab itu, perlu dilakukan sinergi bagi dunia usaha dan pemerintah dalam membuat kebijakan untuk memperbaiki perekonomian.

"Intinya adalah kita perlu bersinergi. Apa yang kita punya sekarang dengan segala kekurangannya mari coba bikin aturan dan konsolidasikan. Cari pasar yang bisa bersaing," tutup Darmin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bakir Pasaman dan Darmin...
Bakir Pasaman dan Darmin Nasution Masuk Jajaran Petinggi PT Pupuk Indonesia
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
3 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
3 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
5 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
5 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved