USD Tertekan Keputusan The Fed, Rupiah Ditutup Kinclong
Jum'at, 18 September 2015 - 16:59 WIB
USD Tertekan Keputusan The Fed, Rupiah Ditutup Kinclong
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup kinclong, tinggalkan level Rp14.400/USD karena anjloknya dolar Amerika Serikat (USD) tertekan keputusan Federal Reserve (The Fed), yang menahan suku bunganya.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.374/USD. Posisi tersebut positif 85 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.459/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.378/USD, dengan kisaran harian Rp14.278-Rp14.510/USD. Posisi ini anjlok 51 poin dibanding dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.327/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.388/USD. Posisi itu menguat 66 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.454/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.463/USD, tergerus 11 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.452/USD.
Sementara USD mencapai level terendah tiga pekan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari ini setelah The Fed gagal memenuhi harapan beberapa investor dari AS untuk menaikkan suku bunga kali pertama dalam hampir satu dekade.
Pengumuman itu memicu kejatuhan yang luas terhadap USD, yang mencapai level terendah dalam lebih dari tiga pekan terhadap euro dan poundsterling serta empat pekan terhadap dolar Kanada. Sedangkan, indeks USD susut ke 94,282, terlemah sejak akhir Agustus.
USD jatuh 0,5% terhadap yen setelah penurunan yang lebih moderat pascapengumuman Fed, menjadi berada di 119,455.
Tiga belas dari 17 pembuat kebijakan Fed memperkirakan akan menaikkan suku bunga pada tahun 2015, turun dari 15 pembuat kebijakan pada pertemuan Juni lalu. (Baca: The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Desember)
"Dengan mayoritas pembuat kebijakan di FOMC masih mengharapkan kenaikan suku bunga tahun ini dan ekonomi domestik mempertahankan momentum, kami tetap berpegang kenaikan suku bunga pada Desember," kata ahli strategi di Rabobank, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (18/9/2015).
Dia menjelaskan, meskipun Gubernur The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa Oktober masih memiliki kemungkinan, namun diragukan data ekonomi akan cukup kuat untuk mendukung kenaikan suku bunga.
Baca:
Rupiah Siang Ini Parkir di Rp14.470/USD
The Fed dan BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Tergelincir
Kenaikan Fed Rate Ditunda, Rupiah Berpeluang Reli
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.374/USD. Posisi tersebut positif 85 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.459/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.378/USD, dengan kisaran harian Rp14.278-Rp14.510/USD. Posisi ini anjlok 51 poin dibanding dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.327/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.388/USD. Posisi itu menguat 66 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.454/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.463/USD, tergerus 11 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.452/USD.
Sementara USD mencapai level terendah tiga pekan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari ini setelah The Fed gagal memenuhi harapan beberapa investor dari AS untuk menaikkan suku bunga kali pertama dalam hampir satu dekade.
Pengumuman itu memicu kejatuhan yang luas terhadap USD, yang mencapai level terendah dalam lebih dari tiga pekan terhadap euro dan poundsterling serta empat pekan terhadap dolar Kanada. Sedangkan, indeks USD susut ke 94,282, terlemah sejak akhir Agustus.
USD jatuh 0,5% terhadap yen setelah penurunan yang lebih moderat pascapengumuman Fed, menjadi berada di 119,455.
Tiga belas dari 17 pembuat kebijakan Fed memperkirakan akan menaikkan suku bunga pada tahun 2015, turun dari 15 pembuat kebijakan pada pertemuan Juni lalu. (Baca: The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga pada Desember)
"Dengan mayoritas pembuat kebijakan di FOMC masih mengharapkan kenaikan suku bunga tahun ini dan ekonomi domestik mempertahankan momentum, kami tetap berpegang kenaikan suku bunga pada Desember," kata ahli strategi di Rabobank, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (18/9/2015).
Dia menjelaskan, meskipun Gubernur The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa Oktober masih memiliki kemungkinan, namun diragukan data ekonomi akan cukup kuat untuk mendukung kenaikan suku bunga.
Baca:
Rupiah Siang Ini Parkir di Rp14.470/USD
The Fed dan BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Tergelincir
Kenaikan Fed Rate Ditunda, Rupiah Berpeluang Reli
(rna)