Perusahaan Energi AS Kembali Pangkas Jumlah Rig Minyak

Sabtu, 19 September 2015 - 13:39 WIB
Perusahaan Energi AS...
Perusahaan Energi AS Kembali Pangkas Jumlah Rig Minyak
A A A
NEW YORK - Perusahaan energi Amerika Serikat (AS) kembali memangkas jumlah rig minyak pada pekan ini, menjadi pengurangan pekan ketiga berturut-turut.

Perusahaan jasa minyak Baker Hughes Inc mengatakan dalam laporannya, pengebor minyak mengurangi delapan rig pada pekan yang berakhir 18 September lalu, sehingga total rig menjadi 644. Sementara dua pekan sebelumnya, jumlah rig sudah dipangkas sebanyak 23. Jumlah itu menjadi pengurangan terbesar selama tiga pekan sejak Mei 2015.

Jumlah rig dikurangi 47 unit pada bulan Juli dan Agustus setelah beberapa pengebor menambah rig pada bulan Mei dan Juni ketika minyak mentah berjangka AS rata-rata berada di harga USD60/barel. Rata-rata harga minyak AS USD46/barel sepanjang pekan ini, sedikit di bawah harga rata-rata pekan lalu sebesar USD45/barel.

Harga minyak mentah AS sebelumnya telah turun lebih dari 3% setelah Federal Reserve AS (The Fed) memperingatkan kesehatan ekonomi global dan tanda-tanda bearish akan bertahan karena produsen minyak mentah terbesar di dunia akan terus memproduksi minyak pada tingkat tinggi.

Pengebor minyak AS pada pekan ini mengurangi tiga rig minyak di Bakken, North Dakota dan Montana tetapi menambahkan dua rig di Permian, Texas Barat dan timur New Mexico. Jumlah rig di Eagle Ford di Texas Selatan dan Niobrara di Colorado dan Wyoming tidak berubah.

Berdasarkan data pemerintah, produksi minyak AS telah menurun selama beberapa pekan terakhir, dengan produksi susut menjadi sekitar 9,1 juta barel per hari (bph) pada pekan lalu dari rata-rata 9,6 juta bph sejak akhir Mei hingga pertengahan Juli, tertinggi sejak awal 1970-an.

"Jumlah rig saat ini menunjuk produksi AS menurun berurutan antara kuartal II/2015 dan kuartal IV/2014, sebanyak 250.000 barel per hari," kata analis di Goldman Sachs dalam sebuah catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (19/9/2015).

Produksi bulanan menyusut setelah perusahaan energi AS memangkas produksi, mengurangi ribuan pekerja dan rig yang tidak aktif sekitar 60% dari rekor 1.609 rig minyak yang aktif pada Oktober 2014 karena harga runtuh dari USD107/barel pada Juni 2014 menjadi ke bawah USD44 pada Januari 2015 akibat kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
13 menit yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
58 menit yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
3 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
14 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved