Cadangan Devisa RI Turun Jadi Rp1.491 Triliun
Senin, 21 September 2015 - 21:11 WIB
Cadangan Devisa RI Turun Jadi Rp1.491 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan cadangan devisa RI saat ini berada di posisi USD103 miliar atau sekitar Rp1.491 triliun (kurs Rp14.480/USD). Angka ini turun dibandingkan cadangan devisa pada akhir Agustus 2015, sebesar USD105,6 miliar atau senilai Rp1.529 triliun.
Namun, lanjut dia, angka ini masih bisa naik dengan dukungan ekspor dalam negeri ke negara-negara mitra dagang Indonesia. "Tapi itu, masih bisa naik dari ekspor minyak dan lain-lain ya," ujar Agus saat rapat kerja di DPR RI, Senin (21/9/2015)
Menurutnya, pada semester II pembayaran utang luar negeri pihak swasta masih cukup tinggi. Jadi, penggunaan valuta asing masih cukup tinggi juga, terlebih pinjaman yang jatuh tempo sejak 2011 meningkat tajam.
Agus juga mengatakan, utang swasta jatuh temponya lebih pendek daripada utang pemerintah. Sehingga sepanjang kuartal III cukup banyak juga yang jatuh tempo. "Penurunan cadangan devisa ini masih dinamis, masih bisa berubah,” katanya.
Usai rapat kerja, Agus mengatakan, keterangan resmi mengenai cadangan devisa masih per Agustus, yakni sebesar USD105,6 miliar. Hingga saat ini, Bank Indonesia masih menjaga koordinasi dengan pemerintah untuk menghadapi tantangan global agar pertumbuhan ekonomi pada semester II lebih baik lewat realisasi anggaran dan kebijakan fiskal, serta ekonomi global.
Baca juga:
Dua Faktor yang Memengaruhi Cadangan Devisa Turun
Rasio Cadangan Devisa RI Terendah di ASEAN
Pemerintah Tak Akan Pakai Cadangan Devisa Atasi Rupiah
Namun, lanjut dia, angka ini masih bisa naik dengan dukungan ekspor dalam negeri ke negara-negara mitra dagang Indonesia. "Tapi itu, masih bisa naik dari ekspor minyak dan lain-lain ya," ujar Agus saat rapat kerja di DPR RI, Senin (21/9/2015)
Menurutnya, pada semester II pembayaran utang luar negeri pihak swasta masih cukup tinggi. Jadi, penggunaan valuta asing masih cukup tinggi juga, terlebih pinjaman yang jatuh tempo sejak 2011 meningkat tajam.
Agus juga mengatakan, utang swasta jatuh temponya lebih pendek daripada utang pemerintah. Sehingga sepanjang kuartal III cukup banyak juga yang jatuh tempo. "Penurunan cadangan devisa ini masih dinamis, masih bisa berubah,” katanya.
Usai rapat kerja, Agus mengatakan, keterangan resmi mengenai cadangan devisa masih per Agustus, yakni sebesar USD105,6 miliar. Hingga saat ini, Bank Indonesia masih menjaga koordinasi dengan pemerintah untuk menghadapi tantangan global agar pertumbuhan ekonomi pada semester II lebih baik lewat realisasi anggaran dan kebijakan fiskal, serta ekonomi global.
Baca juga:
Dua Faktor yang Memengaruhi Cadangan Devisa Turun
Rasio Cadangan Devisa RI Terendah di ASEAN
Pemerintah Tak Akan Pakai Cadangan Devisa Atasi Rupiah
(dmd)
Lihat Juga :