Rupiah Siang Ini Terjungkal ke Rp14.500/USD
Selasa, 22 September 2015 - 12:50 WIB
Rupiah Siang Ini Terjungkal ke Rp14.500/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari siang ini terjungkal menembus level Rp14.500/USD karena makin tingginya tekanan dolar Amerika serikat (USD) di dalam negeri.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.577/USD, dengan kisaran harian Rp14.218-Rp14.579/USD. Posisi ini anjlok dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.476/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.520/USD. Posisi itu masih lebih baik dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.533/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.510/USD. Posisi tersebut tambah parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.486/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.486/USD, terkoreksi 35 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.451/USD.
Riset dan analis Divisi Treasuri BNI Trian Fatria mengatakan, tekanan USD terhadap rupiah di dalam negeri masih tetap tinggi.
"Apalagi ketidakpastian terhadap ekonomi global dan domestik menyebabkan dana asing yang keluar dari pasar domestik terus meningkat, sehingga menekan rupiah," kata dia, Selasa (22/9/2015).
Baca:
Rupiah Dibuka Lesu Hadapi Penguatan USD
Proyeksi Rupiah hingga Akhir Tahun versi Bank Mandiri
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.577/USD, dengan kisaran harian Rp14.218-Rp14.579/USD. Posisi ini anjlok dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.476/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.520/USD. Posisi itu masih lebih baik dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.533/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.510/USD. Posisi tersebut tambah parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.486/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.486/USD, terkoreksi 35 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.451/USD.
Riset dan analis Divisi Treasuri BNI Trian Fatria mengatakan, tekanan USD terhadap rupiah di dalam negeri masih tetap tinggi.
"Apalagi ketidakpastian terhadap ekonomi global dan domestik menyebabkan dana asing yang keluar dari pasar domestik terus meningkat, sehingga menekan rupiah," kata dia, Selasa (22/9/2015).
Baca:
Rupiah Dibuka Lesu Hadapi Penguatan USD
Proyeksi Rupiah hingga Akhir Tahun versi Bank Mandiri
(rna)