Arus PHK Sudah Tak Terbendung

Selasa, 29 September 2015 - 15:54 WIB
Arus PHK Sudah Tak Terbendung
Arus PHK Sudah Tak Terbendung
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memastikan sebanyak 27.000 tenaga kerja di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), imbas dari pelemahan pertumbuhan ekonomi dan ambruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). (Baca: Rupiah Tersungkur, Jumlah PHK Terus Bertambah).

Dia mengungkapkan, data tersebut berasal dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa per 28 September 2015 dari 724.500 pekerja yang mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT), 27.000 orang di antaranya mereka yang terkena PHK.

"‎Data yang kami peroleh dari BPJS Ketenagakerjaan tercatat sampai 28 September itu yang mencairkan JHT 724.500 sekian. Nah dari 724 ribuan ini, selama September tercatat 210.000 lebih pekerja kita yang mencairkan JHT, ada 27 ribu yang dikategorikan PHK," terangnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Hariyadi mengklaim bahwa data BPJS Ketenagakerjaan terkait jumlah pekerja yang ter-PHK valid. Kendati jika ditelusuri ke lapangan, jumlahnya kemungkinan besar akan meningkat. (Baca: Menaker: Banyak Pengusaha Tak Laporkan PHK).

"‎Kenapa kita ambil dari data BPJS? Karena itu yang datanya valid, ada nama dan alamatnya jadi bisa dicek. Di luar itu masih banyak, tapi kita pakai itu (BPJS) karena datanya valid‎," tandas dia.

Sepeti diberitakan sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri menyebutkan jumlah pegawai korban PHK akibat pelambatan ekonomi dan melemahnya rupiah bertambah menjadi 26.500 orang.

Baca Juga:

Rupiah Terpuruk, 26.000 Buruh Terkena PHK

Cegah PHK, Pengusaha Minta Ini ke Pemerintah

Menaker Buka-bukaan Sektor Usaha yang Rawan PHK
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Teknologi Ini Diklaim...
Teknologi Ini Diklaim Mampu Cegah PHK Massal di Industri Startup
Ngamuk Rekannya Kena...
Ngamuk Rekannya Kena PHK, Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja
Samsung Gelar PHK Massal,...
Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved