Ini Penyebab Rupiah Bisa Terjungkal di Atas Rp15.000/USD

Rabu, 30 September 2015 - 05:02 WIB
Ini Penyebab Rupiah...
Ini Penyebab Rupiah Bisa Terjungkal di Atas Rp15.000/USD
A A A
JAKARTA - Meski pemerintah telah mengeluarkan paket kebiakan ekonomi September II, Research Director at Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal memprediksi rupiah masih bisa terjungkal di atas Rp15.000 per USD. Hal ini karena masih ada faktor eksternal yang memengaruhi rupiah, seperti kenaikan suku bunga The Fed (Fed fund rate/FFR) pada Oktober atau November 2015.

Namun, jika Bank Indonesia (BI) dalam beberapa bulan ke depan bekerja keras menjual USD atau melakukan intervensi bisa dimungkinkan rupiah bisa tertahan di level Rp15.000 ke bawah. (Baca: Ini Enam Faktor Penyebab Rupiah Semakin Terpuruk)

"Dalam beberapa bulan ke depan rupiah bisa menembus Rp15.000 itu masih akan sangat mungkin terjadi. Dan, Rp15.000 itu sangat mungkin karena FFR belum dinaikkan. Tergantung kalau FFR naik BI pasti akan lakukan upaya besar-besaraan dengan menggunakan cadangan devisa agar tidak lebih dari Rp15.000 ke atas," ujarnya saat dihubungi, Selasa (29/9/2015).

Dia menilai, paket kebijakan yang telah diumumkan oleh pemerintah tidak serta merta berpengaruh terhadap perkembangan nilai tukar. Artinya, kata Faisal, pasar tidak mereaksi kondisi ini apakah positif ataupun negatif. (Baca: Ini Isi Paket Kebijakan Ekonomi September II Jokowi)

"Yang penting apa yang dihadapkan pemerintah itu ya implementasinya. Nah, ini pelaku pasar tahu, yang penting dari apa yang diumumkan bagaimana come to action-nya. Makanya pasar tidak terlalu pengaruh dengan apa yang di umumkan pemerintah," tegasnya.(Baca: Ini Langkah Jokowi Tekan PHK)

Sebab itu, Faisal memandang, rupiah saat ini masih dipengaruhi faktor eksternal. Di mana tekanannya masih besar lantaran market masih menunggu pengumuman suku bunga The Fed. "Dari luar itu rupiah tekanannya besar, dari FFR juga dan yuan. Karena kan memang masih menunggu keputusan FFR nanti," tandasnya.

Baca juga:

Jokowi Kesal Menterinya Tak Punya Terobosan Investasi

Jokowi Berharap Paket Ekonomi September II Lebih Nendang
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
8 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
9 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
10 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
11 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
13 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved