Harga Minyak Dunia Jatuh karena Stok Melimpah
Rabu, 30 September 2015 - 09:53 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh karena Stok Melimpah
A
A
A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia jatuh di perdagangan Asia pada pagi ini karena stok minyak mingguan melimpah, jauh melebihi ekspektasi analis.
American Petroleum Institute (API) menyatakan pada Selasa malam bahwa stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik 4,6 juta barel menjadi 457,8 juta barel pada pekan yang berakhir 25 September 2015. Analis yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan stok minyak hanya 102.000 barel.
Minyak mentah AS untuk pengiriman bulan depan telah turun 47 sen, atau lebih dari 1% ke USD44,76/barel. Kontrak pada perdagangan Selasa ke USD45,23/barel, naik 80 sen atau 1,8% pada hari itu.
Sementara minyak mentah Brent turun 35 sen menjadi USD47,88/barel. Pada hari Selasa, kontrak naik 89 sen atau 1,9% ke USD48,23. Administrasi Informasi Energi (EIA) akan mengeluarkan data inventaris mingguan resmi pada hari Rabu waktu setempat.
Minyak mentah AS sedang menuju penurunan sebesar 9% pada bulan ini karena berlanjut anjloknya harga komoditas di tengah semakin tingginya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Minyak mentah Brent berada di jalur koreksi pada September, dengan penurunan sebesar 12%.
Analis minyak di Energy Aspects Rhidoy Rashid mengatakan, harga minyak tidak mungkin untuk bergerak jauh lebih tinggi dalam waktu dekat karena pertumbuhan permintaan berkurang dan kemungkinan akan terus melambat hingga 2016.
"Kami melihat pertumbuhan permintaan melonggar dari 1,5 juta barel per hari (bph) menjadi 1 juta bph pada tahun depan," kata Rashid, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/9/2015).
Dia memperkirakan, pasokan minyak menuju penurunan secara tahunan, tapi harga harus tetap rendah, setidaknya dalam enam bulan ke depan pada kisaran USD45-USD55 untuk memastikan rebalancing yang tepat.
American Petroleum Institute (API) menyatakan pada Selasa malam bahwa stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik 4,6 juta barel menjadi 457,8 juta barel pada pekan yang berakhir 25 September 2015. Analis yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan stok minyak hanya 102.000 barel.
Minyak mentah AS untuk pengiriman bulan depan telah turun 47 sen, atau lebih dari 1% ke USD44,76/barel. Kontrak pada perdagangan Selasa ke USD45,23/barel, naik 80 sen atau 1,8% pada hari itu.
Sementara minyak mentah Brent turun 35 sen menjadi USD47,88/barel. Pada hari Selasa, kontrak naik 89 sen atau 1,9% ke USD48,23. Administrasi Informasi Energi (EIA) akan mengeluarkan data inventaris mingguan resmi pada hari Rabu waktu setempat.
Minyak mentah AS sedang menuju penurunan sebesar 9% pada bulan ini karena berlanjut anjloknya harga komoditas di tengah semakin tingginya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Minyak mentah Brent berada di jalur koreksi pada September, dengan penurunan sebesar 12%.
Analis minyak di Energy Aspects Rhidoy Rashid mengatakan, harga minyak tidak mungkin untuk bergerak jauh lebih tinggi dalam waktu dekat karena pertumbuhan permintaan berkurang dan kemungkinan akan terus melambat hingga 2016.
"Kami melihat pertumbuhan permintaan melonggar dari 1,5 juta barel per hari (bph) menjadi 1 juta bph pada tahun depan," kata Rashid, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/9/2015).
Dia memperkirakan, pasokan minyak menuju penurunan secara tahunan, tapi harga harus tetap rendah, setidaknya dalam enam bulan ke depan pada kisaran USD45-USD55 untuk memastikan rebalancing yang tepat.
(rna)
Lihat Juga :