Kabut Asap Ganggu Aktivitas Ekonomi

Kamis, 01 Oktober 2015 - 14:25 WIB
Kabut Asap Ganggu Aktivitas...
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Ekonomi
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa ‎Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyatakan, kabut asap yang melanda Pulau Sumatera dan Kalimantan mengganggu aktivitas ekonomi, terutama transportasi udara.

Menurutnya, kabut asap tersebut juga menyebabkan pengeluaran kesehatan naik 1,1%. Pasalnya, di Palembang banyak orang atau turis yang urung akan pergi ke daerah tersebut karena sedang dilanda kabut asap. Jadi, ada pengurangan aktivitas transportasi udara.

"Dampak dari kabut asap sebetulnya lebih ke pengeluaran kesehatan masyarakat, naik 1,1%. Kalau dari segi transportasi udara, juga mengurangi aktivitas. Karena orang jadi mengurungkan niat untuk berkunjung ke daerah yang sedang terkena kabut asap," kata Sasmito di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Bahkan di Riau dan Jambi serta Bangka Belitung juga sedang mengalami situasi yang mirip seperti Palembang.‎ Namun, di optimistis jika tragedi kabut asap ini akan berlalu lantaran akan terjadi musim hujan.

"Kalau soal perjalanan udara, berhenti sih enggak. Kecuali itu ke kesehatan yang sangat berat dampaknya. Apalagi ke depan kan mau hujan. Walaupun ada elnino. Seluruh asap akan berkurang," imbuhnya.

Sasmito mengungkapkan, dampak ke bahan makanan sampai saat ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Perdagangan makanan laut juga tidak terlalu mengkahawtirkan.

"Itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Itu yang harus ekslusif, sejenis misalnya ekspor ikan lewat pesawat ya, itu mungkin produk mahal, harus diangkut pakai pesawat, itu enggak terganggu," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
7 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
7 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
8 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
8 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
9 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved