Laju Rupiah Diperkirakan Dibayangi Aksi Jual
Jum'at, 02 Oktober 2015 - 08:42 WIB
Laju Rupiah Diperkirakan Dibayangi Aksi Jual
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih akan dibayangi aksi jual.
"Meski demikian, kami masih mengharapkan adanya penguatan pada laju rupiah, namun tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (2/10/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.645-14.685/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.654/USD, mendatar dengan posisi sebelumnya di level Rp14.657/USD.
Adapun, sentimen yang masih mempengaruhi rupiah dari dalam negeri, yakni rilis inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan laju inflasi pada September, yang mengalami deflasi sebesar 0,05%.
Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus 2015 maupun September 2014. Pada Agustus lalu, terjadi inflasi 0,39%, sementara pada September 2014 mengalami inflasi sebesar 0,27%, sedangkan pada 2013 mengalami deflasi 0,35%.
"Meski demikian, kami masih mengharapkan adanya penguatan pada laju rupiah, namun tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (2/10/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.645-14.685/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.654/USD, mendatar dengan posisi sebelumnya di level Rp14.657/USD.
Adapun, sentimen yang masih mempengaruhi rupiah dari dalam negeri, yakni rilis inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan laju inflasi pada September, yang mengalami deflasi sebesar 0,05%.
Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus 2015 maupun September 2014. Pada Agustus lalu, terjadi inflasi 0,39%, sementara pada September 2014 mengalami inflasi sebesar 0,27%, sedangkan pada 2013 mengalami deflasi 0,35%.
(rna)