Emas Global Mendekam di Level Rendah, Emas Antam Turun Lagi

Jum'at, 02 Oktober 2015 - 09:40 WIB
Emas Global Mendekam...
Emas Global Mendekam di Level Rendah, Emas Antam Turun Lagi
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini turun lagi Rp2.000/gram, sedangkan beli kembali (buyback) naik Rp7.000/gram. Sementara harga emas global mendekam di dekat level terendah dua pekan.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Jumat (2/10/2015), harga jual emas Antam berada di Rp574.000/gram dari sebelumnya di Rp576.000/gram. Harga buyback emas menjadi Rp507.000/gram dari Rp507.000/USD.

Adapun, emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.108.000, dengan harga per gram Rp554.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.644.000 dengan harga Rp548.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.180.000 dengan harga per gram Rp545.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.725.000 dengan harga per gram Rp545.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.400.000, dengan harga per gram Rp540.000.

Harga emas 25 gram Rp13.425.000 dengan harga per gram Rp537.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp26.800.000, dengan harga per gram Rp536.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp53.550.000, dengan harga per gram Rp535.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp133.750.000, dengan harga per gram Rp535.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp267.300.000, dengan harga per gram Rp534.600.

Sementara emas global mendekam di dekat level terendah dalam dua pekan pada Jumat setelah melemah selama lima hari beruntun karena investor menunggu data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), sebagai indikator Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.

Dikutip dari Reuters, emas di pasar spot sedikit berubah menjadi USD1.112,60/pns, tidak jauh dari level terendah dua pekan di USD1.110,75 pada sesi sebelumnya.

Emas telah kehilangan hampir 3% sepanjang pekan ini, penurunan terbesar sejak pekan yang berakhir 24 Juli, di tengah ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Logam mulia meluncur setelah data pada Rabu menunjukkan data tenaga kerja sektor swasta tumbuh pada September, memperkuat harapan bahwa laporan data tenaga kerja pada Jumat juga akan positif.

Data lain pada Kamis menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur gagal untuk memberikan dorongan ke emas karena para pedagang enggan untuk menempatkan taruhan besar menjelang laporan tenaga kerja.

kepemilikan emas di SPDR Gold Trust naik 0,26% menjadi 689,20 ton pada Kamis. Sementara paladium diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga bulan di USD679,50, kenaikan beruntun terpanjang sejak Juni-Juli 2014.

Platinum, yang digunakan untuk katalis mobil diesel berada pada jalur untuk penurunan mingguan kedua, terluka oleh kekhawatiran permintaan yang lebih rendah dari sektor automotif karena skandal uji emisi yang dilakukan Volkswagen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Dalam Jangka Menengah-Panjang...
Dalam Jangka Menengah-Panjang Kemilau Emas Diprediksi Meredup
Akhirnya, Si Kuning...
Akhirnya, Si Kuning Berkilau Lagi Hari Ini
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
33 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
1 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
3 jam yang lalu
Infografis
Singapura Bukan Lagi...
Singapura Bukan Lagi Menjadi Negara Teraman di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved