Investor Italia Minati Proyek Infrastruktur RI

Sabtu, 10 Oktober 2015 - 22:37 WIB
Investor Italia Minati...
Investor Italia Minati Proyek Infrastruktur RI
A A A
JAKARTA - Italia masuk menjadi salah satu negara yang berminat menanamkan modalnya di sektor infrastruktur dalam skema kerja sama pemerintah dan swasta (Public Private Partnership/PPP). Proyek-proyek yang diminati Negeri Pizza itu berkaitan dengan infrastruktur jalan, listrik, pelabuhan dan pengolahan air.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengungkapkan, untuk tahun 2015 ada 15 proyek infrastruktur PPP yang siap ditawarkan dan membutuhkan keterlibatan investor dalam konstruksinya.

"Proyek-proyek ini yang akan ditawarkan kepada 20-30 perusahaan Italia yang akan mengunjungi Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/10/2015).

Rencana kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan promosi investasi yang dilakukan BKPM pada September lalu. Pada saat itu, mereka sudah menunjukkan ketertarikan terhadap peluang-peluang investasi yang ditawarkan. Kunjungan tersebut sebagai bentuk keseriusan mereka dalam menindaklanjuti pertemuan sebelumnya. "Dan mereka saat ini secara spesifik minta detil informasi mengenai proyek PPP,” ujar Franky.

Di pihak lain, Dubes Italia untuk Indonesia Federico Filia menyatakan, minat investasi dalam proyek-proyek PPP terutama terhadap proyek-proyek PPP yang dapat dikerjasamakan dengan
BUMN di Indonesia.

“Dalam rombongan perusahaan tersebut, juga akan ada tiga perusahaan perbankan yang akan mendukung dari sisi pembiayaan,” jelasnya.

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi Italia pada semester I 2015 berada di peringkat ke-29 sebesar USD6,1 juta, dengan jumlah mencapai 41 proyek.

Sementara untuk minat, dari data semester I 2015, tercatat persetujuan investasi pada 30 proyek dengan nilai investasi mencapai USD60,3 juta dan penyerapan tenaga kerja mencapai 874 orang.

Dalam kegiatan pemasaran investasi di Milan, September lalu, BKPM mengidentifikasi minat investasi dari Italia senilai USD789,5 Juta.

Menurutnya, minat tersebut berasal dari berbagai sektor di antaranya telekomunikasi USD4,5 juta, kelistrikan USD 380 juta, industri turbin untuk pembangkit listrik sebesar USD25 Juta, industri otobus USD 90 Juta, sektor perkapalan USD 10 Juta, dan konstruksi senilai USD280 juta.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
29 menit yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
1 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
1 jam yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
2 jam yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
3 jam yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved