Perpanjang Kontrak Freeport, RI Harus Dapat Royalti Besar

Rabu, 14 Oktober 2015 - 16:17 WIB
Perpanjang Kontrak Freeport,...
Perpanjang Kontrak Freeport, RI Harus Dapat Royalti Besar
A A A
JAKARTA - Direktur Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pemerintah seharusnya mendapatkan royalti lebih besar jika kontrak PT Freeport Indonesia diperpanjang.

Saat ini Indonesia hanya menerima royalti untuk tembaga, emas, perak sebesar 4%, 3,75% dan 3,25%. Jika kontrak Freeport diperpanjang maka akan ada kontrak baru yang bisa direvisi. (Baca: Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger).

"Di kontrak baru itulah seharusnya pemerintah bisa melakukan revisi terhadap royalti yang mereka bisa terima untuk dinaikkan. Sekarang Indonesia hanya mendapat kurang dari 5% untuk royalti," katanya kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (14/10/2015).

Kenaikan ini, kata Mamit, sebanding dengan apa yang dikeruk Freeport di tanah Indonesia. Hal tersebut jelas menjadi keadaan buruk untuk Indonesia karena Indonesia bisa merugi dalam hal kekayaan alam dan dari segi kecilnya royalti. (Baca: ESDM: Tak Paham Kontrak Freeport, Hentikan Spekulasi!)

‎"Pemerintah saat ini hanya mendapat kurang dari 5% dari keseluruhan diharapkan. Harusnya ini jadi pemikiran pemerintah, kalau mau memperpanjang kontrak, di mana royalti harusnya lebih besar lagi. Berapa lama Freeport di sana, sudah berapa banyak yang dikeruk dari tanah Indonesia? Itu yang harusnya menjadi bahan pertimbangan pemerintah Indonesia," pungkas dia.

Baca Juga:

Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang

DPR: Jangan Buru-buru Perpanjang Kontrak Freeport

Pemerintah Dinilai Tak Kompak soal Kontrak Freeport
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
16 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
40 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
46 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved