Minyak Mentah Perpanjang Kerugian karena Stok Naik

Kamis, 15 Oktober 2015 - 09:35 WIB
Minyak Mentah Perpanjang...
Minyak Mentah Perpanjang Kerugian karena Stok Naik
A A A
SEOUL - Harga minyak mentah berjangka memperpanjang kerugian pada hari Kamis terimbasnya naiknya stok dan banjir pasokan global.

Minyak mentah Amerika Serikat (AS) telah jatuh 25 sen atau 0,54% ke USD46,39/barel, setelah sebelumnya turun 2 sen pada USD46,64. Sementara minyak Brent untuk pengiriman November turun tipis 1 sen ke USD49,14/barel, setelah mengakhiri sesi terakhir turun 9 sen menjadi USD49,15.

"(Minyak AS) masih di bawah tekanan karena fokus berubah ke persediaan minyak mentah AS. Periode berkelanjutan harga minyak mentah lebih rendah telah mulai mempengaruhi profil kredit perusahaan," kata ANZ di catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (15/10/2015).

Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik 9,4 juta barel pada pekan hingga 9 Oktober menjadi 465,96 juta, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2,8 juta barel.

Adapun stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma naik 1,4 juta barel. Tetapi beberapa analis optimistis pada prospek jangka panjang untuk pasar minyak.

"Hasil skenario (kami) harga dasar di harga Brent mencapai USD85/barel pada tahun 2020, sekitar USD20 lebih tinggi dari saat ini. Pada 2.020, minyak akan beradasekitar USD65/barel," kata Barclays dalam sebuah laporannya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
2 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
2 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
3 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
3 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
4 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved