BNI Berharap BI Pangkas Suku Bunga Sebelum 2015 Berakhir
Kamis, 15 Oktober 2015 - 15:05 WIB
BNI Berharap BI Pangkas Suku Bunga Sebelum 2015 Berakhir
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI Achmad Baiquni mengharapkan Bank Indonesia (BI) dapat memangkas suku bunga acuan (BI rate) sebelum 2015 berakhir.
Dia mengharapkan, BI rate bisa turun sebanyak 25 basis poin (bps) sebelum 2015 berakhir. Pasalnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah melakukan pemangkasan bunga simpanan.
"Dengan telah turunnya suku bunga LPS 25 bps, mudah-mudahan BI turunkan BI rate lagi. Kalau kita bisa bilang sampai akhir tahun turun 25 bps lagi, bagus," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Dia menjelaskan, kondisi perekonomian di Tanah Air terlihat sudah mengalami peningkatan. Hal itu tercermin dari mulai jalannya proyek infrastruktur. (Baca: BNI Berharap BI Pangkas Suku Bunga Sebelum 2015 Berakhir)
"Bagaimana permintaan semen naik, ini tandanya proyek infrastruktur sudah jalan dan kredit kita naik 14%, ekonomi sudah berjalan," jelas Baiquni.
Sementara, dia menambahkan, perseroan sudah menurunkan bunga kredit secara bertahap, terutama di sektor retail. Selain itu, suku bunga deposito sangat bergantung kepada likuiditas dan BI rate.
"Menurunkan bunga kredit sudah, turunkan case by case, sudah diturunkan. Dengan penurunan LPS rate, suku bunga kredit alami penurunan, retail juga sudah kita turunkan. Bunga deposito turun sangat tergantung likuiditas dan BI rate," pungkasnya.
Dia mengharapkan, BI rate bisa turun sebanyak 25 basis poin (bps) sebelum 2015 berakhir. Pasalnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah melakukan pemangkasan bunga simpanan.
"Dengan telah turunnya suku bunga LPS 25 bps, mudah-mudahan BI turunkan BI rate lagi. Kalau kita bisa bilang sampai akhir tahun turun 25 bps lagi, bagus," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Dia menjelaskan, kondisi perekonomian di Tanah Air terlihat sudah mengalami peningkatan. Hal itu tercermin dari mulai jalannya proyek infrastruktur. (Baca: BNI Berharap BI Pangkas Suku Bunga Sebelum 2015 Berakhir)
"Bagaimana permintaan semen naik, ini tandanya proyek infrastruktur sudah jalan dan kredit kita naik 14%, ekonomi sudah berjalan," jelas Baiquni.
Sementara, dia menambahkan, perseroan sudah menurunkan bunga kredit secara bertahap, terutama di sektor retail. Selain itu, suku bunga deposito sangat bergantung kepada likuiditas dan BI rate.
"Menurunkan bunga kredit sudah, turunkan case by case, sudah diturunkan. Dengan penurunan LPS rate, suku bunga kredit alami penurunan, retail juga sudah kita turunkan. Bunga deposito turun sangat tergantung likuiditas dan BI rate," pungkasnya.
(rna)