Harga Minyak Dekati USD47/Barel Dipicu Data PDB China
Senin, 19 Oktober 2015 - 10:31 WIB
Harga Minyak Dekati USD47/Barel Dipicu Data PDB China
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah mendekati USD47/barel setelah data ekonomi China menunjukkan pertumbuhan lebih cepat dari perkiraan. China merupakan konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia.
Dikutip dari Bloomberg, minyak mentah berjangka sedikit berubah di New York setelah melesat 1,9% pada Jumat lalu. Sementara Biro Statistik Nasional China menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) China naik 6,9% pada kuartal III dari tahun sebelumnya. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 6,8%.
Baker Hughes Inc menyatakan bahwa jumlah rig minyak di AS turun untuk minggu ketujuh ke level terendah dalam lima tahun terakhir. (Baca: Perekonomian China Kuartal III Tumbuh Lampaui Perkiraan)
Minyak berfluktuasi di tengah tanda-tanda kelebihan pasokan di pasar setelah minyak diperdagangkan di atas USD50/barel pada awal bulan ini untuk kali pertama sejak Juli 2015.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus memproduksi minyak lebih dari kuota kolektif, sementara stok AS sekitar 100 juta barel, lebih tinggi dari rata-rata lima tahun.
West Texas Intermediate untuk pengiriman November, yang berakhir Selasa tidak berubah pada USD47,26/barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 01.15 waktu Sydney. Kontrak naik 88 sen pada hari Jumat.
Semua volume minyak berjangka yang diperdagangkan sekitar 11% di bawah rata-rata 100 hari. Minyak untuk pengiriman Desember turun 7 sen menjadi USD47,65.
Sementara minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 5 sen menjadi USD50,41/barel di London. Premi minyak mentah patokan Eropa ini diperdagangkan sebesar USD 2,74 terhadap WTI untuk bulan yang sama.
Dikutip dari Bloomberg, minyak mentah berjangka sedikit berubah di New York setelah melesat 1,9% pada Jumat lalu. Sementara Biro Statistik Nasional China menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) China naik 6,9% pada kuartal III dari tahun sebelumnya. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 6,8%.
Baker Hughes Inc menyatakan bahwa jumlah rig minyak di AS turun untuk minggu ketujuh ke level terendah dalam lima tahun terakhir. (Baca: Perekonomian China Kuartal III Tumbuh Lampaui Perkiraan)
Minyak berfluktuasi di tengah tanda-tanda kelebihan pasokan di pasar setelah minyak diperdagangkan di atas USD50/barel pada awal bulan ini untuk kali pertama sejak Juli 2015.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus memproduksi minyak lebih dari kuota kolektif, sementara stok AS sekitar 100 juta barel, lebih tinggi dari rata-rata lima tahun.
West Texas Intermediate untuk pengiriman November, yang berakhir Selasa tidak berubah pada USD47,26/barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 01.15 waktu Sydney. Kontrak naik 88 sen pada hari Jumat.
Semua volume minyak berjangka yang diperdagangkan sekitar 11% di bawah rata-rata 100 hari. Minyak untuk pengiriman Desember turun 7 sen menjadi USD47,65.
Sementara minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 5 sen menjadi USD50,41/barel di London. Premi minyak mentah patokan Eropa ini diperdagangkan sebesar USD 2,74 terhadap WTI untuk bulan yang sama.
(rna)
Lihat Juga :