Emas Global dalam Tren Melemah, Emas Antam Turun Lagi

Jum'at, 23 Oktober 2015 - 09:33 WIB
Emas Global dalam Tren...
Emas Global dalam Tren Melemah, Emas Antam Turun Lagi
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini turun lagi Rp3.000/gram dan beli kembali (buyback) susut Rp2.000/gram. Adapun emas global masih berada dalam tren pelemahan.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Jumat (23/10/2015), harga jual emas Antam turun menjadi Rp560.000/gram dari sebelumnya Rp563.000/gram. Sementara harga buyback emas Antam menjadi Rp504.000/gram dari sebelumnya Rp502.000/gram.

Adapun, emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.080.000, dengan harga per gram Rp540.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.602.000 dengan harga Rp534.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.124.000 dengan harga per gram Rp531.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.655.000 dengan harga per gram Rp531.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.260.000, dengan harga per gram Rp526.000.

Harga emas 25 gram Rp13.075.000 dengan harga per gram Rp523.000. Harga emas ukuran ini sudah habis terjual.

Harga emas 50 gram sebesar Rp26.100.000, dengan harga per gram Rp522.000. Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp52.150.000, dengan harga per gram Rp521.500.

Harga emas 250 gram mencapai Rp130.250.000, dengan harga per gram Rp521.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp260.300.000, dengan harga per gram Rp520.600.

Sementara emas global melayang mendekati level terendah lebih dari sepekan pada hari ini karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) dan mendorong harapan naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS) pada tahun ini.

Dikutip dari Reuters, emas di pasar spot stabil di USD1.165,06/ons. Sementara harga emas pada sesi sebelumnya di USD1.162,50, terendah sejak 13 Oktober 2015.

Sepanjang pekan ini, logam mulia telah turun sekitar 1%, penurunan paling tajam dalam enam pekan dan setelah membukukan kenaikan dalam dua pekan. Emas berjangka AS turun 1,5% sepekan ini, kerugian terbesar sejak pekan yang berakhir 11 September 2015.

Sementara USD yang didukung oleh data dan tergeincirnya euro setelah Bank Sentral Eropa (ECB) membuka peluang untuk melakukan pelonggaran kuantitatif lebih lanjut tahun ini. Menguatnya USD membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Dalam Jangka Menengah-Panjang...
Dalam Jangka Menengah-Panjang Kemilau Emas Diprediksi Meredup
Akhirnya, Si Kuning...
Akhirnya, Si Kuning Berkilau Lagi Hari Ini
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
36 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved