Laba Bersih BTN Selama Sembilan Bulan Naik Tajam
Senin, 26 Oktober 2015 - 17:51 WIB
Laba Bersih BTN Selama Sembilan Bulan Naik Tajam
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatatkan laba bersih selama sembilan bulan pada tahun ini sebesar Rp1,22 triliun. Angka ini naik tajam hingga 61,6% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp755 miliar.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, naiknya laba bersih perseroan tersebut didukung pendapatan bunga (interest income) pada kuartal III sebesar Rp11,36 triliun.
"Angka itu meningkat 15,68% dari posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,82 triliun," ujarnya di Jakarta, Senin (26/10/2015).
Sementara net interest income perseroan tercatat naik 24,62% menjadi Rp4,96 triliun dari perolehan yang sama tahun lalu sebesar Rp3,98 triliun. Laba bersih BTN juga didukung dana pihak ketiga (DPK), yang naik menjadi Rp124,47 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp101,84 triliun. Angka itu melonjak 22,22% dibanding tahun sebelumnya dan berada di atas rata-rata industri.
Di sisi lain, Maryono menjelaskan, BTN menyalurkan kredit sebesar Rp131,58 triliun atau naik 19,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak Rp110,54 miliar.
"BTN memproyeksikan kredit yang diberikan perseroan akan tumbuh sampai akhir tahun. Kami punya target sampai akhir tahun pertumbuhan kredit sebesar 18%-19%," pungkas Maryono.
Adapun, total aset perseroan menjadi Rp166,04 triliun. Jumlah ini meningkat 16,58% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp142,43 triliun.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, naiknya laba bersih perseroan tersebut didukung pendapatan bunga (interest income) pada kuartal III sebesar Rp11,36 triliun.
"Angka itu meningkat 15,68% dari posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,82 triliun," ujarnya di Jakarta, Senin (26/10/2015).
Sementara net interest income perseroan tercatat naik 24,62% menjadi Rp4,96 triliun dari perolehan yang sama tahun lalu sebesar Rp3,98 triliun. Laba bersih BTN juga didukung dana pihak ketiga (DPK), yang naik menjadi Rp124,47 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp101,84 triliun. Angka itu melonjak 22,22% dibanding tahun sebelumnya dan berada di atas rata-rata industri.
Di sisi lain, Maryono menjelaskan, BTN menyalurkan kredit sebesar Rp131,58 triliun atau naik 19,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak Rp110,54 miliar.
"BTN memproyeksikan kredit yang diberikan perseroan akan tumbuh sampai akhir tahun. Kami punya target sampai akhir tahun pertumbuhan kredit sebesar 18%-19%," pungkas Maryono.
Adapun, total aset perseroan menjadi Rp166,04 triliun. Jumlah ini meningkat 16,58% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp142,43 triliun.
(rna)
Lihat Juga :