ARLI Pertanyakan Dukungan Pemerintah

Senin, 26 Oktober 2015 - 23:28 WIB
ARLI Pertanyakan Dukungan...
ARLI Pertanyakan Dukungan Pemerintah
A A A
JAKARTA - Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) mempertanyakan kebijakan pemerintah yang menuntut hilirisasi rumput laut tanpa dukungan yang belum memihak terhadap para pelaku mulai dari hulu hingga hilir.

"Pemerintah dorong hilirisasi, tetapi pelaku usaha yang sudah melakukan itu pun masih saja dibuat pusing," kata Ketua ARLI Safari Azis dalam rilisnya, Jakarta, Senin (26/10/2015).

Saat ini anggotanya tengah dibuat pusing dengan aturan daerah berkaitan dengan limbah industri, bahkan beberapa anggotanya berurusan dengan hukum.

"Kalau sudah seperti ini, dukungan nyata dari pemerintah seperti apa? Pelaku usaha yang sudah mengembangkan hilirisasi saja masih harus menemui hambatan seperti itu, apalagi jika nanti minta insentif dalam rangka daya saing," ujar Safari.

Menurutnya, untuk melakukan hilirisasi pelaku usaha masih menemui berbagai hambatan. Misalnya teknologi belum mendukung, sumber daya manusia belum memadai, bahan kimia untuk mengolah harus impor, sistem logistik belum baik sampai pada peraturan mengenai limbah belum jelas standar dan biayanya.

"Untuk hilirisasi rumput laut kendalanya tidak sedikit, itulah mengapa hilirisasi ini masih sulit dilakukan. Pemahaman pemerintah terhadap hulu hilir rumput laut ternyata masih minim," kata Safari.

Semangat hilirisasi harus didukung secara penuh semua "stakeholder", namun dalam prosesnya sebaiknya tidak lantas mengganggu iklim usaha komoditas rumput laut.

"Amerika Serikat penghasil kedelai dan Indonesia mengimpornya dalam jumlah besar. Tetapi mereka tidak harus memproduksi dalam bentuk tahu atau tempe dan pemerintah Amerika tidak melarang ekspor kedelai hanya karena tidak diolah terlebih dahulu untuk memperoleh nilai tambah," ungkap Safari.

Terkait hal ini, pihaknya meminta pemerintah mengkaji ulang setiap kebijakan yang akan diambil dan pernyataan yang akan dikeluarkan agar pengembangan komoditas rumput laut bisa kondusif baik untuk domestik maupun internasional serta bisa tepat sasaran yang pada akhirnya menuai hasil optimal mulai dari aspek produksinya di hulu hingga pengolahannya di hilir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dari Laut ke Masa Depan,...
Dari Laut ke Masa Depan, Kolaborasi Dukung Hilirisasi Rumput Laut Nasional
Panen Rumput Laut di...
Panen Rumput Laut di Bantaeng
Hasil Panen Melimpah,...
Hasil Panen Melimpah, Harga Rumput Laut Turun
Geliat Petani Rumput...
Geliat Petani Rumput Laut di Jeneponto
Menteri Muhadjir Effendy...
Menteri Muhadjir Effendy Minta Petani Rumput Laut Bulukumba Diberdayakan
Kebun Bibit Rumput Laut...
Kebun Bibit Rumput Laut Bantaeng Bakal Produksi Bibit Berkualitas
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved