Harga Minyak Jatuh Dipicu Kekhawatiran Banjir Pasokan
Selasa, 27 Oktober 2015 - 09:51 WIB
Harga Minyak Jatuh Dipicu Kekhawatiran Banjir Pasokan
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah jatuh lagi pada Senin waktu New York, berada di bawah tekanan setelah dua pekan berturut-turut mengalami kerugian karena kekhawatiran terhadap banjir pasokan. Pasalnya, masuknya musimnya hangat dan berkurangnya siklus pemeliharaan kilang di Amerika Serikat (AS).
Goldman Sachs memperingatkan risiko penurunan harga minyak hingga musim semi 2016 karena AS dan Eropa memanfaatkan tangki penyimpanan untuk diesel, mendekati level tertinggi dalam sejarah.
"Ada pembicaraan di pasar tentang penyimpanan ULSD (sulfur diesel ultra rendah) yang berpotensi mencapai kapasitas penuh dan itu membebani minyak mentah," kata broker Powerhouse Dave Thompson, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (27/10/2015).
Minyak Brent susut 45 sen atau hampir 15 ke USD47,54/barel. Sedangkan, minyak mentah AS ditutup turun 62 sen atau 1,4% menjadi USD43,98.
Harga kedua patokan minyak mentah ini telah jatuh sekitar 10% selama dua pekan terakhir. Di antara produk olahan, ULSD New York anjlok 2% dan gasoil London kehilangan sekitar 1%.
Sementara operasional kilang AS naik dalam sepekan yang berakhir 16 Oktober, setelah penurunan empat pekan karena siklus pemeliharaan musim gugur. Analis menuturkan, itu menjadi tanda bahwa pasar minyak akan mengalami kelebihan pasokan.
Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan, stok minyak mentah AS kemungkinan naik 3 juta barel pekan lalu, naik untuk minggu kelima berturut-turut. Minyak olahan, termasuk diesel dan bahan bakar jet turun 2 juta barel.
Goldman Sachs memperingatkan risiko penurunan harga minyak hingga musim semi 2016 karena AS dan Eropa memanfaatkan tangki penyimpanan untuk diesel, mendekati level tertinggi dalam sejarah.
"Ada pembicaraan di pasar tentang penyimpanan ULSD (sulfur diesel ultra rendah) yang berpotensi mencapai kapasitas penuh dan itu membebani minyak mentah," kata broker Powerhouse Dave Thompson, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (27/10/2015).
Minyak Brent susut 45 sen atau hampir 15 ke USD47,54/barel. Sedangkan, minyak mentah AS ditutup turun 62 sen atau 1,4% menjadi USD43,98.
Harga kedua patokan minyak mentah ini telah jatuh sekitar 10% selama dua pekan terakhir. Di antara produk olahan, ULSD New York anjlok 2% dan gasoil London kehilangan sekitar 1%.
Sementara operasional kilang AS naik dalam sepekan yang berakhir 16 Oktober, setelah penurunan empat pekan karena siklus pemeliharaan musim gugur. Analis menuturkan, itu menjadi tanda bahwa pasar minyak akan mengalami kelebihan pasokan.
Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan, stok minyak mentah AS kemungkinan naik 3 juta barel pekan lalu, naik untuk minggu kelima berturut-turut. Minyak olahan, termasuk diesel dan bahan bakar jet turun 2 juta barel.
(rna)
Lihat Juga :