Minyak Jatuh Setelah Pertumbuhan Ekonomi AS Mengecewakan
Jum'at, 30 Oktober 2015 - 09:48 WIB
Minyak Jatuh Setelah Pertumbuhan Ekonomi AS Mengecewakan
A
A
A
TOKYO - Minyak mentah berjangka jatuh di awal perdagangan Asia hari ini setelah rilis laporan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) mengecewakan, memperkuat kekhawatiran tentang berkurangnya permintaan, di tengah banjir pasokan.
Pertumbuhan ekonomi AS mengerem tajam pada kuartal III karena bisnis memangkas menyetok ulang barang karena banyaknya persediaan.
Dikutip dari Reuters, pedagang dan analis mengatakan, kedua patokan minyak mentah utama berada di jalur untuk membukukan keuntungan mingguan pertama dalam tiga pekan, tetapi masih adanya persediaan menyebabkan harga cenderung rangebound pada pekan mendatang.
Minyak mentah AS turun 24 sen ke USD45,82/barel, setelah naik 12 sen di sesi sebelumnya. Minyak AS berada di trek untuknaik sebesar 2,7% sepanjang pekan ini. Minyak mentah Brent turun 11 sen menjadi USD48,69/barel setelah mengakhiri 20 sen lebih rendah pada Kamis dan sedang menuju kenaikan 1,5% pada pekan ini.
Data pertumbuhan ekonomi AS yang lesu dan angka penjualan rumah yang lemah telah memberi imbas positif di pasar terhadap data pemerintah pada awal pekan, yang menunjukkan stok minyak pekan lalu telah meningkat sebanyak 3,4 juta barel, di bawah estimasi. Kondisi ini telah mengirimkan harga naik tajam dengan minyak AS AS reli hampir USD3/barel.
Pertumbuhan ekonomi AS mengerem tajam pada kuartal III karena bisnis memangkas menyetok ulang barang karena banyaknya persediaan.
Dikutip dari Reuters, pedagang dan analis mengatakan, kedua patokan minyak mentah utama berada di jalur untuk membukukan keuntungan mingguan pertama dalam tiga pekan, tetapi masih adanya persediaan menyebabkan harga cenderung rangebound pada pekan mendatang.
Minyak mentah AS turun 24 sen ke USD45,82/barel, setelah naik 12 sen di sesi sebelumnya. Minyak AS berada di trek untuknaik sebesar 2,7% sepanjang pekan ini. Minyak mentah Brent turun 11 sen menjadi USD48,69/barel setelah mengakhiri 20 sen lebih rendah pada Kamis dan sedang menuju kenaikan 1,5% pada pekan ini.
Data pertumbuhan ekonomi AS yang lesu dan angka penjualan rumah yang lemah telah memberi imbas positif di pasar terhadap data pemerintah pada awal pekan, yang menunjukkan stok minyak pekan lalu telah meningkat sebanyak 3,4 juta barel, di bawah estimasi. Kondisi ini telah mengirimkan harga naik tajam dengan minyak AS AS reli hampir USD3/barel.
(rna)
Lihat Juga :