Susi Gaet Google Pantau Penangkapan Ikan di Laut RI
Jum'at, 30 Oktober 2015 - 14:00 WIB
Susi Gaet Google Pantau Penangkapan Ikan di Laut RI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak main-main dalam aksinya melakukan pemantauan dalam proses penangkapan ikan di laut Indonesia. Bahkan, Susi juga menggandeng Google untuk meluncurkan sistem Pemantauan Perikanan Global atau Global Fishing Watch.
Menurutnya, sistem ini menyajikan tampilan kegiatan penangkapan ikan komersial di seluruh dunia yang belum pernah ada sebelumnya. Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan sistem tersebut.
Selain Google, sistem ini juga merupakan hasil kerja sama dengan SkyTruth dan Oceana. "Kita harus menggunakan perangkat yang kita punya untuk memastikan bahwa kita bisa mengawasi dan mencatat semua kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan kita," ujarnya di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Menurutnya, penerapan sistem ini akan menjadi langkah awal mewujudkan reformasi pemerintahan dalam sektor perikanan. Sistem ini memungkinkan negara membuka data perikanan swasta pada pihak yang berkepentingan sesuai aturan, dan dapat dibuka ke publik.
"Illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing adalah kejahatan global," imbuh mantan Bos Susi Air ini. (Baca: Setahun Jadi Menteri, Susi: Saya Tak Perlu Lama di KKP)
Susi berharap, sistem ini dapat segera diakses secara umum tahun depan. Dengan sistem ini, nantinya masyarakat bisa mendapatkan analisa data dari jaringan Automatic Identification System (AIS).
"AIS ini dapat menyiarkan secara akurat identitas kapal, lokasi, kecepatan, arah tujuan dan sebagainya," tandasnya. (Baca: Bisikan Jokowi Ampuh Bikin Susi Tertarik Jadi Menteri).
Sekadar informasi, AIS pada dasarnya dirancang sebagai mekanisme keamanan untuk menghindari tabrakan di laut. Namun informasi lain tentang perilaku kapal seperti kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan dapat diunduh dari Global Fishing Watch.
Baca Juga:
Susi Pudjiastuti: Ups! Baru Sehari Menjabat Sudah Bikin Salah
Susi Sejak Awal Ingin Sejahterakan Pembudidaya Ikan
Menurutnya, sistem ini menyajikan tampilan kegiatan penangkapan ikan komersial di seluruh dunia yang belum pernah ada sebelumnya. Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan sistem tersebut.
Selain Google, sistem ini juga merupakan hasil kerja sama dengan SkyTruth dan Oceana. "Kita harus menggunakan perangkat yang kita punya untuk memastikan bahwa kita bisa mengawasi dan mencatat semua kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan kita," ujarnya di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Menurutnya, penerapan sistem ini akan menjadi langkah awal mewujudkan reformasi pemerintahan dalam sektor perikanan. Sistem ini memungkinkan negara membuka data perikanan swasta pada pihak yang berkepentingan sesuai aturan, dan dapat dibuka ke publik.
"Illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing adalah kejahatan global," imbuh mantan Bos Susi Air ini. (Baca: Setahun Jadi Menteri, Susi: Saya Tak Perlu Lama di KKP)
Susi berharap, sistem ini dapat segera diakses secara umum tahun depan. Dengan sistem ini, nantinya masyarakat bisa mendapatkan analisa data dari jaringan Automatic Identification System (AIS).
"AIS ini dapat menyiarkan secara akurat identitas kapal, lokasi, kecepatan, arah tujuan dan sebagainya," tandasnya. (Baca: Bisikan Jokowi Ampuh Bikin Susi Tertarik Jadi Menteri).
Sekadar informasi, AIS pada dasarnya dirancang sebagai mekanisme keamanan untuk menghindari tabrakan di laut. Namun informasi lain tentang perilaku kapal seperti kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan dapat diunduh dari Global Fishing Watch.
Baca Juga:
Susi Pudjiastuti: Ups! Baru Sehari Menjabat Sudah Bikin Salah
Susi Sejak Awal Ingin Sejahterakan Pembudidaya Ikan
(izz)
Lihat Juga :